JAKARTA, nurulamin.pro
Peristiwa tragis yang menimpa tiga anggota keluarga di sebuah rumah kontrakan di Jalan Warakas VIII Gang 10, Tanjung Priok, Jakarta Utara, menjadi perhatian masyarakat setempat. Kejadian ini pertama kali diketahui oleh tetangga korban, Aryuni Wulan Febri (51), yang mendengar teriakan minta tolong dari dalam rumah kontrakan pada pagi hari.
Aryuni mengungkapkan bahwa sekitar pukul 07.30 WIB, ia baru saja tiba di rumah setelah menginap di kediaman kerabatnya di Karawaci. Saat hendak masuk ke rumah, ia sempat melihat anak kedua korban baru pulang bekerja, namun belum sempat menyapanya.
“Pas sudah masuk, nggak lama sekitar 5 menit itu masnya teriak-teriak gitu. Saya kedengeran kan kirain saya mungkin berantem gitu,” ujar Aryuni saat ditemui di lokasi kejadian, Sabtu (3/1/2026).
Mendengar teriakan tersebut, Aryuni kemudian keluar rumah. Ia mendapati anak korban berteriak meminta pertolongan.
“Dia teriak, ‘Ibu saya keracunan, bu tolong, bu tolong,’” kata Aryuni.
Sebagai tetangga, Aryuni mengaku mencoba melihat kondisi di dalam rumah kontrakan tersebut. Saat masuk, ia mendapati ibu korban dan dua anaknya sudah tergeletak tak bergerak di beberapa ruangan.
“Pas saya lihat adiknya, ibunya sama kakaknya di dalam kamar itu udah pada berbusa, kaku gitu, kalau adiknya di ruang tamu,” ungkapnya.
Melihat kondisi tersebut, Aryuni mengaku ketakutan dan tidak berani menyentuh para korban. Ia kemudian keluar rumah dan segera menghubungi Ketua RT setempat untuk meminta bantuan.
Menurut Aryuni, satu anak korban yang selamat saat itu masih dalam kondisi sadar, namun terlihat kebingungan dan linglung.
“Iya, berdiri kan gitu. Saya tanya, ‘Ini Ibu kenapa?’ ‘Nggak tau’ katanya gitu. Kayak gimana ya, kayak pandangannya kosong, kayak bingung gitu lah,” jelasnya.
Aryuni juga memastikan tidak mencium bau menyengat maupun melihat tanda-tanda rumah dalam kondisi berantakan saat pertama kali masuk ke dalam kontrakan.
“Iya, itu saya nggak kecium bau apa-apa sih. Cuman memang kan pengap aja kan, nggak ada sirkulasi udara kan,” tambahnya.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti meninggalnya tiga korban tersebut. Berdasarkan informasi awal, dugaan sementara adalah keracunan, namun penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti.
Beberapa hal yang menjadi fokus penyelidikan antara lain: * Apakah korban terkena racun secara sengaja atau tidak sengaja. * Apakah ada indikasi kekerasan atau tindakan kriminal lainnya. * Kondisi kesehatan dan riwayat medis korban sebelum kejadian.
Selain itu, pihak kepolisian juga akan memeriksa lingkungan sekitar rumah kontrakan untuk mencari petunjuk apakah ada aktivitas mencurigakan sebelum kejadian. Dengan penyelesaian kasus ini, masyarakat berharap bisa mendapatkan jawaban yang jelas dan transparan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar