Terima Kasih dalam Bahasa Jepang: 4 Cara Jawab yang Tepat

Terima Kasih dalam Bahasa Jepang: 4 Cara Jawab yang Tepat

Mengenal 4 Cara Menjawab Ucapan Terima Kasih dalam Bahasa Jepang

Arigatou gozaimashita, yang diterjemahkan sebagai "Terima kasih" dalam bahasa Indonesia, merupakan salah satu ungkapan yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Meski terdengar sederhana, ternyata ada banyak cara untuk menjawab ucapan arigatou dengan tepat, tergantung pada situasi dan hubungan antara pihak-pihak yang berbicara.

Dalam bahasa Jepang, terdapat beberapa ungkapan yang bisa digunakan sebagai balasan atas ucapan terima kasih. Berikut adalah empat di antaranya beserta penjelasan dan contoh penggunaannya:

  • Douita Shimashite
    Ungkapan ini merupakan jawaban yang paling umum untuk membalas arigatou gozaimasu. Artinya adalah “sama-sama” atau “tidak perlu berterima kasih”. Secara harfiah, douita shimashite mengandung makna bahwa bantuan yang diberikan adalah hal yang wajar, sehingga ucapan terima kasih sebenarnya tidak diperlukan. Karena tergolong bahasa formal, ungkapan ini cocok digunakan kepada orang yang lebih tua atau atasan di tempat kerja.
    Contoh percakapan:
    A: “Doumo arigatou gozaimashita!” (Terima kasih banyak!)
    B: “Douita shimashite.” (Sama-sama)

  • Kyoushuku de Gozaimasu
    Balasan lain yang bisa digunakan adalah kyoushuku de gozaimasu. Ungkapan ini memiliki arti “sudah menjadi kewajiban saya” dan menunjukkan sikap rendah hati saat menerima ucapan terima kasih. Biasanya, kyoushuku de gozaimasu digunakan dalam situasi yang sangat formal, misalnya dalam lingkungan kerja atau pelayanan profesional.
    Contoh percakapan:
    A: “Okage sama de tasukarimashita.” (Terima kasih, saya sangat terbantu.)
    B: “Kyoushuku de gozaimasu.” (Sudah menjadi kewajiban saya.)

  • Enryo Shinaide
    Ungkapan enryo shinaide sering diartikan sebagai “sama-sama”, namun makna aslinya adalah “tidak usah sungkan” atau “tidak perlu merasa malu”. Dalam praktik sehari-hari, ungkapan ini digunakan untuk menunjukkan keramahan dan keakraban, meskipun tetap dapat dipakai dalam situasi formal ringan.
    Contoh percakapan:
    A: “Yūshoku arigatou gozaimasu.” (Terima kasih atas makan malamnya.)
    B: “Enryo shinaide, Mashima-kun.” (Sama-sama, tidak usah sungkan.)

  • Kochira Koso
    Kochira koso memiliki makna “saya yang seharusnya berterima kasih”. Ungkapan ini digunakan ketika kedua belah pihak sama-sama merasa terbantu atau ingin menunjukkan rasa hormat balik kepada lawan bicara. Ungkapan ini tergolong semi formal, sehingga cocok digunakan dalam percakapan dengan teman, rekan kerja, atau kenalan.
    Contoh percakapan:
    A: “Yamada-san, kite kurete arigatou gozaimasu.” (Terima kasih sudah datang, Yamada-san.)
    B: “Kochira koso. Kekkon omedetou gozaimasu.” (Terima kasih kembali. Selamat atas pernikahannya.)

Tips Tambahan Saat Membalas Arigatou

Selain keempat ungkapan di atas, terdapat juga variasi lain yang bisa digunakan tergantung konteks percakapan. Misalnya, dalam situasi yang sangat informal, seseorang mungkin hanya menjawab dengan “Hai” (ya) atau “Sore wa nanimo arimasen” (itu tidak apa-apa). Namun, dalam situasi formal, penting untuk menggunakan bahasa yang sopan dan sesuai dengan tingkat kedekatan hubungan antara pihak-pihak yang berbicara.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membaca atau mengucapkan arigatou adalah:
Pastikan penggunaan kata yang sesuai dengan situasi dan hubungan sosial.
Gunakan intonasi yang tepat agar tidak disalahpahami.
* Perhatikan penggunaan partikel seperti “-san”, “-kun”, atau “-chan” untuk menunjukkan rasa hormat atau keakraban.


Dengan memahami cara-cara menjawab arigatou dengan tepat, seseorang dapat lebih mudah berkomunikasi dalam bahasa Jepang, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam lingkungan profesional. Pemahaman ini juga membantu meningkatkan kesopanan dan keakraban dalam interaksi antar manusia.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan