Lonjakan Penumpang dan Armada di Terminal Mamboro Selama Arus Mudik Nataru
Terminal Tipe A Mamboro, yang berada di Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, mengalami lonjakan signifikan dalam aktivitas penumpang selama masa arus mudik pasca liburan Natal dan tahun baru (Nataru). Lonjakan ini terjadi baik dari sisi jumlah penumpang maupun armada yang diberangkatkan dari terminal tersebut.
Menurut pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Mamboro, Waldi Sangkota, jumlah penumpang pada periode Nataru tahun ini mencapai 6.945 orang. Angka ini meningkat hingga 117 persen dibandingkan dengan periode Nataru tahun sebelumnya yang hanya mencapai 3.187 penumpang.
“Terjadi peningkatan cukup signifikan dibandingkan angkutan Nataru tahun lalu. Jumlah penumpang yang berangkat dari Terminal Mamboro naik sekitar 117 persen,” ujar Waldi.
Selain penumpang, pergerakan armada juga mengalami lonjakan tajam. Pada periode yang sama, jumlah armada AKAP yang beroperasi tercatat sebanyak 329 unit atau meningkat 163 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 125 armada.

Pantauan hingga pukul 10.00 Wita menunjukkan suasana Terminal Tipe A Mamboro tampak cukup padat. Para calon penumpang terlihat hilir mudik di area terminal untuk menunggu jadwal keberangkatan. Sementara itu, petugas dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) terlihat melakukan pemeriksaan kelayakan armada sebelum diberangkatkan, guna memastikan aspek keselamatan penumpang selama perjalanan mudik Nataru.
Waldi menjelaskan, sejak awal masa angkutan Nataru 2026, pihak terminal telah menyiapkan armada AKAP untuk melayani sejumlah rute utama, di antaranya Palu–Makassar, Palu–Manado, Palu–Gorontalo, dan Palu–Toraja.
“Rata-rata armada yang berangkat dari Terminal Mamboro sekitar 24 unit per hari selama masa angkutan Nataru. Untuk jumlah penumpang, dalam sehari bisa mencapai sekitar 300 orang,” jelasnya.
Untuk jadwal keberangkatan, armada AKAP mulai diberangkatkan sejak pukul 07.00 Wita. Sementara kedatangan bus biasanya terjadi mulai pukul 11.00 Wita hingga sekitar pukul 16.00 Wita. Pada kondisi tertentu, operator bus juga menyiapkan pemberangkatan tambahan pada sore hingga malam hari.
“PO biasanya menambah jadwal keberangkatan di sore hari untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, karena di hari normal hanya ada pemberangkatan pagi,” ujar Waldi.
Adapun rute yang paling mendominasi arus mudik dari Terminal Tipe A Mamboro yakni Palu–Manado, Palu–Makassar, dan Palu–Toraja. Menurut Waldi, salah satu faktor yang memicu lonjakan penumpang tahun ini adalah dialihkannya sejumlah armada AKAP yang sebelumnya beroperasi dari Terminal Tipe B ke Terminal Tipe A Mamboro.
“Hal itu membuat jumlah penumpang yang tercatat di Terminal Mamboro terlihat jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Ia pun mengimbau para penumpang agar mematuhi aturan keselamatan selama perjalanan, khususnya terkait barang bawaan.
“Kami tetap menerapkan SOP yang berlaku. Barang berbahaya seperti tabung gas tidak diperbolehkan dibawa ke dalam kendaraan. Begitu juga kendaraan roda dua yang diangkut harus dalam kondisi tangki BBM kosong,” pungkas Waldi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar