
Penemuan Jasad Driver Taksi Online yang Tewas dengan Tangan Terikat
Pembunuhan terhadap Muhamad Subekan, seorang driver taksi online, akhirnya terungkap setelah beberapa hari penyelidikan. Korban ditemukan tewas dengan kondisi tangan terikat di bawah jembatan Cimake, Desa Pancanegara, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, pada Minggu (30/11/2025).
Dalam waktu sepekan, pihak kepolisian berhasil menangkap tersangka pembunuhan tersebut. Tersangka adalah seorang laki-laki berinisial A (29 tahun), asal Curug, Kota Serang. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan, menjelaskan bahwa pelaku bekerja sendirian dengan motif ingin menguasai mobil dan handphone korban.
Modus Pelaku dan Perbuatan Keji
Menurut Dian, pelaku menggunakan akun fiktif untuk memesan layanan taksi online. Korban kemudian dijerat menggunakan kabel dari belakang. Untuk menghilangkan jejak, A membuang jasad korban ke bawah jembatan.
Korban, Muhamad Subekan, adalah anak kedua dari dua bersaudara. Ia tinggal di Perumahan Mulya Asri II, Blok H3 Nomor 03, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.
Kakak korban, Muhammad Irvan (30 tahun), menyampaikan bahwa adiknya tewas setelah menjadi korban pembegalan disertai pembunuhan. Menurut Irvan, selain jam tangan yang masih menempel di tubuhnya, seluruh barang berharga milik korban hilang dibawa para pelaku.
"Semua barangnya itu hilang, seperti handphone dan sebagainya, termasuk mobil jenis Calya yang baru dua tahun dia kredit," ujarnya saat ditemui di rumah duka, Senin (1/12/2025).
Banyak Luka di Tubuh Korban
Irvan juga menyebutkan bahwa para pelaku diduga lebih dulu menghabisi nyawa korban sebelum membuang jenazahnya ke bawah jembatan.
"Soalnya di sekujur tubuh adik saya itu banyak lebam, terus kepalanya pecah, dan lehernya selain bekas diikat tali ties juga digorok," ungkapnya.
Ia mengaku, selama hidup sang adik dikenal sebagai sosok humoris dan tidak pernah membuat masalah di lingkungannya. "Dia orangnya enggak neko-neko, suka bercanda juga. Dan sebelum dapat kabar beliau meninggal, malam itu dia cuma izin narik (taksi online) seperti biasanya," kata Irvan.
Keseharian Korban
Muhamad Subekan adalah driver taksi online yang ditemukan tewas dalam kondisi tangan terikat di bawah jembatan Cimake, Desa Pancanegara, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, Minggu (30/11/2025).
Kakak korban, Muhammad Irvan, bercerita, adiknya waktu itu pamit pukul 01.00, lewat tengah malam untuk mengantar penumpang. Subekan sudah dua tahun melakoni pekerjaan sebagai driver taksi online. Masih sangat muda, usianya 23 tahun. Subekan diceritakan memang sering bekerja di malam hari.
"Memang sering keluar malam. Biasanya pulang pagi, pukul 07.00 atau 08.00, kalau dapat orderan jauh bisa pulang pukul 11.00 atau 12.00," kata Irvan.
Subekan beralasan, mencari orderan penumpang pada malam hari bisa dapat lebih banyak. Orderannya bukan hanya Tangerang Raya, tetapi bisa sampai Jakarta, Bekasi, Serang, dan Cilegon.
Kehilangan yang Mendalam
Keluarga tak pernah menyangka, percakapan Minggu dini hari itu jadi momen pertemuan terakhir dengan Subekan. Pemuda yang juga merupakan anak kedua dari dua bersaudara itu pulang ke rumah tidak lagi bernyawa.
"Adik saya itu sempat pamit ke keluarga, kebetulan malam itu, saya, ayah, dan ibu semua ayah ada di rumah. Dia bilang mau narik ada orderan dan argonya besar dari Bundaran Dua Citra Raya ke daerah Cilegon," ujar Irvan (30 tahun).
Kabar Datang Dari Pak RW
Lebih lanjut Irvan mengungkapkan, saat itu keluarga tidak memiliki firasat apapun bahwa akan terjadi peristiwa nahas yang menimpa sang adik. Sampai akhirnya, pada Minggu (30/11/2025) siang sekitar pukul 16.00 WIB, pihak keluarga mendapat informasi dari Ketua RW setempat, yang menyatakan sang adik ditemukan tewas dengan kondisi tangan terikat di wilayah Kabupaten Serang.
"Kami yang tinggal di rumah ini cuma berempat, saya, ibu, ayah, dan korban. Nah malam itu kami bertiga yang di rumah gak ada firasat apapun," ucap Irvan.
"Jadi saya juga lihat korban itu normal-nornal aja, dia juga ga nitip pesan apapun. Sampai Minggu sore itu Pak RW ke rumah, ngabarin kalau Subek udah ga ada," jelasnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar