
Peristiwa Kekerasan di Kalibata yang Menewaskan Dua Mata Elang
Pada malam hari tanggal 11 Desember 2025, sebuah peristiwa kekerasan terjadi di sekitar rumah makan yang berada di seberang Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Seorang karyawan rumah makan bernama Zulfikri (22 tahun) mengaku terjebak saat kawanan mata elang atau debt collector melakukan aksi perusakan.
Peristiwa ini terjadi setelah dua rekan mereka, MET dan NAT, tewas dikeroyok di kawasan tersebut pada siang hari. Akibat serangan yang terjadi secara mendadak, Zulfikri dan rekan-rekannya tidak bisa melarikan diri dan akhirnya terjebak di dalam rumah makan hingga aksi tersebut selesai.
"Kami terjebak di dalam. Mereka itu serangnya langsung, kita tak sempat keluar selamatkan diri," kata Zulfikri, seperti dikutip dari laporan berita.
Selain itu, Zulfikri juga mengaku mendengar suara tembakan sebanyak dua kali saat kejadian. Ia menjelaskan bahwa karena tidak sempat menyelamatkan diri, motornya pun menjadi korban amukan kawanan mata elang.
"Itu motor yang dibakar, motor saya. Pas lihat motor dibakar, pasrah saja. Yang penting kami di dalam itu selamat," ujar dia.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, akibat serangan tersebut, sembilan motor, satu mobil, dan sejumlah kios rusak terbakar. Aksi pengeroyokan terhadap MET dan NAT bermula ketika keduanya mencoba menagih kendaraan sepeda motor yang diduga belum membayar kredit.
"Berawal dari adanya mata elang mau menagih kendaraan sepeda motor yang indikasinya belum bayar kredit," jelas Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly.
Namun, pengendara motor diduga tidak terima dan memanggil teman-temannya yang diperkirakan berjumlah delapan orang. Saat ini, Polres Metro Jakarta Selatan bekerja sama dengan Polsek Pancoran dan Polda Metro Jaya sedang memburu pelaku pengoroyokan.
Dua Orang Tewas dalam Kekerasan
Akibat pengeroyokan tersebut, NAT diketahui tewas di tempat. Sementara MET meninggal setelah sempat dibawa ke rumah sakit karena kondisinya kritis.
"Selanjutnya kedua orang yang bertugas sebagai mata elang ini dianiaya dan dikeroyok sampai satu meninggal dunia di tempat dan satu lagi meninggal di rumah sakit," kata Kombes Nicolas Ary Lilipaly.
Sementara itu, Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, mengungkapkan bahwa para pelaku pengeroyokan hanya menggunakan tangan kosong saat beraksi. Ia menjelaskan bahwa tidak ditemukan bekas luka tajam maupun benda tumpul pada korban.
"Kalau luka sajam nggak ada, benda tumpul nggak ada. Itu (pelaku) hanya menggunakan tangan saja. Tangan kosong saja," ungkap Mansur.
Kasus pengeroyokan terhadap dua mata elang ini ditangani sebagai dua perkara, yaitu pengeroyokan dan perusakan. Hingga saat ini, penyidik masih melakukan penyelidikan terkait kelompok yang terlibat dalam kejadian tersebut.
"Kelompok massa itu dari mana, masih dalam penyelidikan," ujar Kombes Nicolas Ary Lilipaly.
Situasi di lokasi kejadian kini dinyatakan aman. Polisi juga tengah mengumpulkan berbagai barang bukti, termasuk rekaman CCTV.
"Semua masih dalam penyelidikan," pungkasnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar