Terungkap Kelalaian Sopir MBG yang Tabrak Siswa SD Usai Begadang

Terungkap Kelalaian Sopir MBG yang Tabrak Siswa SD Usai Begadang

Kecelakaan Maut yang Terungkap dari Kebiasaan Sopir

Kecelakaan tragis yang terjadi di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, yang melibatkan mobil MBG menabrak puluhan siswa dan guru, ternyata menyimpan sebuah rahasia yang cukup mengejutkan. Awalnya, sopir mobil tersebut, Adi Irawan, bersikukuh bahwa kecelakaan itu disebabkan oleh kerusakan teknis pada kendaraannya. Namun, penyelidikan lebih lanjut mengungkap fakta sebenarnya.

Penyebab Awal: Kerusakan Teknis

Pada awal pemeriksaan, Adi Irawan berusaha meyakinkan petugas bahwa mobilnya tiba-tiba mengalami malfungsi. Ia menciptakan narasi bahwa mesin mobil MBG tersebut secara mendadak berakselerasi tanpa kendali. "Gak buru-buru sih pak yah. Saya biasa berhenti di bawah turunan, gak tahu kenapa ngegas sendiri gitu," ujar Adi saat itu.

Akibat laju tinggi yang tidak terduga, mobil lantas menghantam pagar sekolah sebelum menyeruduk para siswa SD yang sedang berbaris di lapangan. Adi mengklaim bahwa ia baru bisa menghentikan laju mobil setelah menabrak total 21 korban. "Makanya saat saya ngerem itu gak dapat, di sini baru dapet remnya," katanya.

Bahkan ketika ditanya tentang potensi panik, Adi tetap mempertahankan alibinya dan menyalahkan mobil. "Gak pak gak panik, saya kan emang biasa parkir di sini," tegasnya. Ia juga meyakini bahwa gas yang mendadak berpacu itu bukan karena kakinya salah injak atau pedal gas tersangkut karpet mobil. "Gak nyangkut pak, gak nyangkut. (karpet) Gak nyangkut," katanya, bersikeras.

Fakta Sebenarnya: Kelelahan Akibat Begadang

Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, kebenaran akhirnya terkuak. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno G Sukahar, memaparkan hasil pemeriksaan teknis pada mobil MBG tersebut. "Kendaraan itu layak pakai," kata AKBP Onkoseno. Fakta ini langsung membantah klaim Adi mengenai kerusakan mobil.

AKBP Onkoseno memastikan bahwa kecelakaan mobil MBG menabrak siswa SD ini disebabkan sepenuhnya oleh faktor kelalaian pengemudi. "Namun di sini faktornya si pengemudi itu sendiri yang melakukan kelalaian dalam mengoperasikan kendaraan, sehingga mobil melaju dan menabrak," jelasnya.

Polisi juga mengungkap bahwa Adi Irawan adalah sopir yang tergolong baru, tercatat baru dua kali mengantarkan makanan MBG. "Dari fakta yang kami dapatkan, sopir ini sudah dua kali mengantar makanan MBG ini," tambahnya.

Meski Adi memiliki SIM dan secara teknis dianggap mampu mengemudikan kendaraan, Onkoseno mengungkapkan kondisi krusial saat insiden terjadi, Adi mengalami kelelahan parah akibat begadang. "Secara kelayakan dia juga memiliki SIM, sudah dinyatakan layak membawa kendaraan, hanya saja saat kejadian karena fator dia begadang sebelumnya, menyebabkan dia lalai dalam berkendara itu," ungkap Onkoseno.

Kesalahan Fatal: Salah Injak Pedal

Berdasarkan hasil pemeriksaan, momen kritis yang memicu kecelakaan terjadi ketika Adi Irawan salah menginjak pedal. Saat hendak berbelok, ia seharusnya menginjak pedal rem, namun justru menginjak pedal gas. "Salah injak pedal, harusnya menginjak rem pada saat dia berbelok, tapi dia salah menginjak gas," kata Onkoseno.

Kesalahan fatal ini lantas memicu kepanikan luar biasa dalam diri Adi, membuatnya tak mampu mengendalikan laju mobil MBG. "Karena panik dia akhirnya tidak bisa mengontrol lagi," tambahnya.

Dalam kondisi panik, ia sempat berusaha membelokkan mobil ke kiri, dengan harapan bisa meminimalisir tabrakan. "Makanya dia tetap berusaha membelokan itu ke kiri karena pertimbangannya dia merasa di depan banyak orang berusaha seminim mungkin ke kiri supaya menghindari kerumunan itu," tutup AKBP Onkoseno G Sukahar.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan