
Sosok Pemilik Rumah Mewah yang Jadi Tempat Bocah SD Tewas
Sebuah kejadian tragis terjadi di rumah mewah yang berada di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Blok C5 Nomor 8, Ciwaduk, Kota Cilegon, Banten. Bocah SD dengan inisial MAHM ditemukan tewas dengan 14 luka tusuk di tubuhnya. Kejadian tersebut mengejutkan warga setempat dan mengundang perhatian media.
Rumah mewah tersebut ternyata milik Haji Maman Suherman, seorang politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ia juga menjabat sebagai Dewan Pakar PKS Cilegon. Dari informasi yang didapatkan, bocah SD tersebut adalah anak dari Haji Maman. Usia korban diperkirakan sekitar 9-10 tahun.
Diduga, korban menjadi korban pembunuhan akibat perampokan. Warga setempat menyebutkan bahwa korban meninggal dalam kondisi mengenaskan dengan banyak luka tusukan. Meski demikian, hingga kini belum diketahui barang-barang yang hilang akibat perampokan tersebut.
Polisi telah mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP. Garis polisi terpasang di area pintu masuk rumah mewah tersebut. Petugas kepolisian tampak keluar masuk rumah untuk mengumpulkan bukti-bukti.
Latar Belakang Haji Maman Suherman
Haji Maman Suherman dikenal sebagai tokoh penting di wilayah Cilegon. Ia dilantik sebagai Dewan Pakar PKS Cilegon bersama dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Cilegon tiga hari sebelum kejadian. Dari situs PKS Banten, jabatan ini menunjukkan perannya yang signifikan dalam partai.
Selain itu, Haji Maman pernah menjabat Sekretaris DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Cilegon. Ia juga sempat digadang-gadang menjadi calon wakil wali kota Cilegon pada Pilkada 2024 lalu, mendampingi Ratu Ati Marliati.
Sebagai seorang pengusaha, Haji Maman adalah pemilik PT. Buana Gearindo Pratama, sebuah perusahaan konstruksi yang berlokasi di Cilegon. Perusahaan ini bergerak di bidang mesin, perlengkapan, peralatan, suku cadang, dan baja bangunan.
Polisi Lakukan Penyelidikan di Lokasi Kejadian
Tadi malam, Selasa (16/12/2025), Polres Cilegon melakukan investigasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pantauan TribunBanten.com di lokasi kejadian sekitar pukul 20.30 WIB, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan di rumah korban.
Puluhan warga setempat serta keluarga korban tampak hilir mudik di rumah duka. Di bagian depan gerbang rumah, tampak dua karangan bunga ucapan duka cita atas meninggalnya Muhammad Aksel Putra Bapak Maman Suherman (Dewan Pakar PKS).
Arsitektur Rumah Mewah yang Menarik Perhatian
Rumah Haji Maman yang jadi korban perampokan dikenal memiliki gaya arsitektur Eropa. Bangunan rumah yang berwarna putih tersebut memiliki luas area sekitar 40 meter. Di sisi jalan atau bahu jalan dekat pagar rumah korban, tampak dipenuhi mobil dan sepeda motor milik warga yang datang untuk melayat maupun melihat langsung lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang beredar di lokasi, kamera pengawas (CCTV) rumah korban disebut tidak berfungsi. Namun hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait informasi tersebut.
Penjelasan Polisi dan Kronologi Kejadian
Anak Haji Maman yakni MAHM diduga menjadi korban pembunuhan karena terdapat luka tusukan benda tajam di tubuhnya. "Seluruh informasi dan petunjuk yang ada sedang kami dalami untuk mengungkap pelaku dan motif kejadian,” kata Kapolsek Cilegon, Kompol Firman Hamid kepada wartawan tadi malam.
Firman menjelaskan kejadian bermula sekitar pukul 14.20 WIB ketika ayah korban, HM, menerima telepon dari anak keduanya, D, yang terdengar panik dan meminta pertolongan. Mendapat kabar tersebut, HM yang saat itu sedang berada di tempat kerjanya langsung pulang menuju rumahnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar