Tetangga Bongkar Alasan Ayah Tinggalkan Bayi 6 Bulan di Kamar Kos Sendirian

Tetangga Bongkar Alasan Ayah Tinggalkan Bayi 6 Bulan di Kamar Kos Sendirian

Klarifikasi Dinas PPA Makassar Terkait Video Bayi yang Viral

Video yang menampilkan seorang bayi ditinggal sendirian di sebuah kamar kos di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) sempat membuat heboh media sosial. Video tersebut menyebutkan bahwa bayi perempuan berusia tiga bulan ditinggal oleh orang tuanya saat bekerja malam hari. Namun, setelah pemeriksaan langsung oleh dinas terkait, fakta sebenarnya terungkap.

Fakta Sebenarnya tentang Bayi yang Viral

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, bayi yang viral itu ternyata berusia enam bulan, bukan tiga bulan seperti yang disebutkan dalam video. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Kota Makassar, Ita Isdiana Anwar, mengklarifikasi bahwa bayi tersebut dalam kondisi sehat dan terawat.

"Kami sudah memantau langsung. Kondisi fisiknya bagus dan sehat," kata Ita, Selasa (30/12/2025). Ia juga menjelaskan bahwa bayi tersebut sempat mengalami sedikit demam karena faktor cuaca, tetapi tim medis telah memberikan obat.

Alasan Ayah Meninggalkan Bayi Sendirian

Ayah dari bayi tersebut bernama Gabriel (24 tahun). Ia harus bekerja di sebuah hotel dari pukul 22.00 hingga 05.00 Wita. Sementara itu, sang ibu sedang berada di Toraja untuk urusan keluarga. Menurut keterangan tetangga dan pemilik kos, Gabriel dikenal sebagai ayah yang sangat perhatian. Ia rutin pulang setiap dua jam sekali selama jam kerjanya hanya untuk memastikan anaknya aman.

"Bapaknya selalu mengecek kondisi anak secara berkala. Saat ditinggal, bayi tersebut juga dibalut selimut dan dikelilingi bantal agar tidak terjatuh dari tempat tidur," jelas Ita lebih lanjut.

Gabriel menitipkan bayinya kepada pemilik kos yang juga merupakan kerabat dekatnya. Namun, pada malam saat video itu direkam, ia tidak sempat menitipkan sang anak karena waktu sudah terlalu larut.

Ciri-Ciri Anak yang Ditelantarkan

Dilansir dari Portal Resmi Provinsi Banten, ciri-ciri anak yang ditelantarkan mencakup:

  • Terlantar/tanpa asuhan yang layak
  • Berasal dari keluarga sangat miskin/miskin
  • Kehilangan hak asuh dari orang tua/keluarga
  • Anak balita yang mengalami perlakuan salah dan diterlantarkan oleh orang tua/keluarga
  • Anak balita yang dieksploitasi secara ekonomi seperti anak balita yang disalahgunakan orang tua menjadi pengemis di jalanan
  • Anak balita yang menderita gizi buruk atau kurang

Reaksi Masyarakat atas Video yang Viral

Sebelumnya, video pendek tersebut diunggah di akun Instagram @ijhahijrah4. Dalam video itu, tampak seorang pria merangsek masuk ke sebuah kamar kos karena mendengar tangisan bayi. Video berdurasi kurang dari semenit tersebut menarasikan adanya dugaan penelantaran bayi perempuan berusia tiga bulan yang kerap ditinggal sendirian oleh orang tuanya saat bekerja malam hari.

Teks yang ditulis oleh pemilik akun menyampaikan rasa prihatin terhadap kondisi bayi tersebut. Ia menulis:

"Vir4l diMakassar... B4yi umur 3 bul4nan ditinggal sendiri4n di K0s saat mal4m, karn4 Orangtuanya pergi KERJ4. H4ti ini terasa ses4k membayangk4n b4yi mung!l yang ditingg4l sendiri4n di kos, sementara orangtuanya harus pergi bekerj4 untuk mencukupi kebutuhanny4. Di balik senyum manisny4, ada kesepi4n yang tak terkatak4n. Di balik tangisanny4, ada doa agar orangtuanya segera pul4ng. Smoga Allah selalu melindungi dan menjag4 b4yi mung!l ini, dan semoga orangtuanya diberi kekuat4n dan kesabar4n dalam menjalani hidup."

Kesimpulan

Setelah pemeriksaan langsung oleh Dinas PPA Makassar, diketahui bahwa bayi tersebut tidak ditelantarkan oleh orang tuanya. Ayahnya, Gabriel, adalah sosok yang sangat perhatian dan rutin memastikan kondisi anaknya aman. Meskipun harus bekerja di malam hari, ia tetap memperhatikan kebutuhan anaknya dengan menitipkan bayinya kepada pemilik kos yang dekat dengan keluarganya. Dengan klarifikasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan