Tetap Cerdas di Usia 75: 6 Hiburan yang Harus Dihindari untuk Jaga Fungsi Otak


6 Kebiasaan Hiburan yang Harus Dihindari oleh Lansia untuk Menjaga Fungsi Kognitif

Menjaga ketajaman mental setelah usia 75 tahun bukan hanya sekadar gaya hidup harian, tetapi juga melibatkan pilihan-pilihan penting dalam kebiasaan sehari-hari. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pola hiburan yang pasif, isolasi sosial, serta kurangnya tantangan belajar memiliki kaitan erat dengan penurunan kognitif dan perubahan struktur otak.

Berikut ini adalah enam kebiasaan hiburan umum yang sebaiknya dihindari oleh lansia agar tetap menjaga fungsi kognitifnya:

  • Terlalu banyak menonton televisi secara pasif
    Menonton TV lebih dari 3,5 jam setiap hari dapat berdampak buruk pada fungsi kognitif, terutama jika dilakukan secara pasif tanpa interaksi atau stimulasi mental. Dampak negatif ini tetap terjadi meskipun seseorang rutin berolahraga, memiliki pendidikan yang baik, dan menjaga kesehatan. Masalahnya bukan pada televisi itu sendiri, melainkan pada sifat pasif dari aktivitas tersebut. Orang yang ingin menjaga ketajaman mental biasanya membatasi waktu menonton TV dan menggabungkannya dengan aktivitas yang lebih menarik.

  • Menghindari semua aktivitas yang menantang secara mental
    Orang dewasa yang terlibat dalam aktivitas yang merangsang kognitif seperti membaca, bermain teka-teki, mempelajari keterampilan baru, atau bermain game memiliki daya ingat yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak melakukannya. Penelitian terbaru bahkan menunjukkan bahwa variasi dan frekuensi belajar keterampilan baru berkaitan dengan keuntungan kognitif jangka panjang. Oleh karena itu, kebiasaan hiburan yang hanya bersifat mengulang tanpa unsur pembelajaran sebaiknya diganti dengan kegiatan yang menantang otak secara berkala.

  • Isolasi sosial total selama waktu luang
    Interaksi dengan orang lain merupakan salah satu cara terbaik untuk merangsang kognitif. Namun, banyak orang cenderung memilih kebiasaan hiburan yang menyendiri, yang sepenuhnya menghilangkan interaksi sosial. Saat berinteraksi dengan orang lain, Anda memproses bahasa, membaca isyarat sosial, menanggapi komentar tak terduga, dan mengelola perbedaan pendapat. Hal ini bisa memperkuat daya ingat otak. Penelitian juga menunjukkan bahwa keterlibatan sosial berkaitan dengan struktur dan fungsi otak yang lebih terjaga, sedangkan isolasi dikaitkan dengan peningkatan peradangan, tingkat stres yang lebih tinggi, dan kesehatan mental yang lebih buruk.

  • Menolak semua peluang belajar hal baru
    Otak berkembang pesat karena adanya hal-hal baru. Ketika seseorang menantang diri untuk mempelajari keterampilan atau informasi baru, maka ia menciptakan jalur saraf baru dan memperkuat jalur yang sudah ada melalui proses neuroplastisitas. Orang dewasa yang tetap memiliki ketajaman mental setelah usia 75 tahun secara konsisten menghadapi tantangan baru, seperti belajar memainkan alat musik, mempelajari bahasa asing, melukis, atau menguasai teknologi baru.

  • Mengonsumsi hiburan tanpa refleksi atau diskusi
    Banyak orang mengonsumsi hiburan lalu langsung melupakannya. Artinya, mereka menonton film dokumenter, membaca artikel, atau mendengarkan podcast, tetapi tidak pernah benar-benar memikirkan atau mendiskusikan apa yang telah mereka serap. Konsumsi pasif ini memberikan manfaat kognitif yang sangat minim. Orang yang tetap berwawasan luas tidak hanya membaca buku, tetapi juga bergabung dengan klub buku di mana mereka harus mengutarakan pemikiran mereka dan terlibat dengan sudut pandang orang lain.

  • Mengabaikan olahraga selama liburan
    Ada hubungan antara aktivitas fisik dan kesehatan kognitif. Aktivitas fisik tidak harus selalu berat; bahkan aktivitas ringan seperti berjalan kaki selama 30 menit hampir setiap hari bisa memberikan manfaat signifikan bagi otak. Olahraga juga membantu meningkatkan aliran darah ke otak, yang berdampak positif pada fungsi kognitif.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan