Tidak Hanya Kebakaran, Damkar Palangka Raya Tangani 889 Evakuasi Hewan Tahun Ini

Tidak Hanya Kebakaran, Damkar Palangka Raya Tangani 889 Evakuasi Hewan Tahun Ini

Peran Pemadam Kebakaran yang Berkembang di Kota Palangka Raya

Selama tahun 2025, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya tidak hanya fokus pada penanganan kebakaran. Faktanya, tugas utama petugas terasa lebih berat dalam hal evakuasi hewan peliharaan maupun hewan liar yang masuk ke permukiman warga.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Disdamkarmat, selama periode 1 Januari hingga 30 Desember 2025, total laporan penanganan yang masuk melalui layanan darurat 112 mencapai 2.130 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 889 laporan atau sekitar 42 persen adalah tentang evakuasi hewan. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah laporan non-kebakaran yang diterima oleh pihak berwenang.

Plt Kepala Disdamkarmat Kota Palangka Raya, Urianinu Napulangit, menjelaskan bahwa laporan penyelamatan non-kebakaran memang terus meningkat dari tahun ke tahun. Menurutnya, total penanganan selama 2025 mencapai 2.130 kasus. Selain kebakaran, laporan penyelamatan yang masuk melalui call center 112 juga cukup dominan.

Evakuasi hewan yang ditangani oleh petugas mencakup berbagai jenis hewan, seperti kucing, ular, biawak, serta hewan lainnya yang masuk ke permukiman dan dinilai membahayakan keselamatan masyarakat. Tidak hanya itu, Disdamkarmat juga mencatat kejadian kebakaran sebanyak 118 kasus, terdiri dari 104 kebakaran bangunan dan 14 kebakaran hutan dan lahan.

Adapun laporan lainnya yang diterima selama tahun 2025 antara lain:

  • Evakuasi kendaraan: 281 kasus
  • Penanganan pohon: 228 kasus
  • Pohon tumbang: 134 kasus
  • Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ): 110 kasus
  • Permintaan ambulans: 75 laporan

Urianinu menegaskan bahwa peran Damkar kini semakin luas. Tidak hanya sebagai pemadam kebakaran, tetapi juga sebagai garda terdepan layanan penyelamatan masyarakat yang siaga 24 jam. Ia menekankan bahwa semua laporan kedaruratan masyarakat yang masuk melalui 112 akan segera direspons sesuai kewenangan dan kemampuan petugas di lapangan.

Ia pun mengimbau masyarakat Kota Palangka Raya agar tidak ragu menghubungi layanan darurat 112 apabila menemukan kondisi yang membahayakan keselamatan, baik kebakaran maupun situasi darurat lainnya.

Beragam Jenis Laporan yang Diterima Disdamkarmat

Dalam rangka memberikan layanan optimal kepada masyarakat, Disdamkarmat terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi petugasnya. Berikut beberapa jenis laporan yang sering diterima:

  • Evakuasi hewan: Petugas rutin menangani berbagai jenis hewan yang masuk ke permukiman. Contohnya, kucing yang terjebak di atap, ular yang bersarang di rumah, atau biawak yang berkeliaran di area permukiman.
  • Kebakaran: Meskipun jumlahnya lebih sedikit dibanding evakuasi hewan, kebakaran tetap menjadi prioritas utama. Pemadam kebakaran harus siap tanggap untuk menangani kebakaran bangunan maupun hutan dan lahan.
  • Evakuasi kendaraan: Banyak laporan datang dari masyarakat yang membutuhkan bantuan evakuasi kendaraan yang terjebak atau mengalami kecelakaan.
  • Penanganan pohon: Petugas juga sering dihubungi untuk menangani pohon yang tumbang atau berpotensi menimbulkan bahaya.
  • Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ): Ada kasus-kasus yang melibatkan ODGJ yang memerlukan bantuan dari petugas penyelamat.
  • Permintaan ambulans: Beberapa laporan juga datang dalam bentuk permintaan ambulans untuk keperluan medis darurat.

Pentingnya Layanan Darurat 112

Layanan darurat 112 menjadi salah satu alat penting dalam menghadapi berbagai kondisi kritis. Masyarakat diimbau untuk menggunakan layanan ini secara bijak dan tepat guna. Dengan adanya layanan 24 jam, masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman karena ada pihak yang siap menangani berbagai situasi darurat.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan