Tidak Semua Anak Flu Butuh Obat, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua!

Perawatan Flu pada Anak Tanpa Obat


Flu pada anak sering kali membuat orang tua cemas dan ingin segera memberikan obat. Namun, tidak semua kasus flu memerlukan penanganan medis atau penggunaan obat khusus. Lalu, bagaimana cara merawat flu pada anak tanpa obat?

Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A, Subsp Respi(K), yang merupakan dokter spesialis anak sekaligus anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI, menjelaskan bahwa flu yang disebabkan oleh virus umumnya dapat membaik dengan sendirinya jika tidak disertai gejala berat.

Menurutnya, virus flu bekerja seperti virus lainnya. Pada kondisi ringan, tubuh anak sebenarnya mampu melawan infeksi tanpa bantuan obat khusus. Hal ini mirip dengan pengalaman orang dewasa yang mengalami demam dan batuk ringan, lalu membaik meski tidak minum obat apa pun.


“Bisa membaik sendiri. Kita kan kadang mengalami demam batuk belakang. Kita tidak minum obat apapun bisa membaik,” ujar dr. Nastiti dalam acara webinar bersama IDAI.

Langkah Pertama yang Harus Dilakukan Orang Tua

Langkah pertama yang perlu dilakukan orang tua adalah memperhatikan gejala yang muncul. Jika anak mengalami demam, obat penurun panas boleh diberikan sesuai dosis. Namun, perawatan paling penting justru terletak pada hal sederhana, yaitu memastikan anak minum cairan yang cukup, terutama air putih hangat.

“Yang paling efektif adalah dengan banyak minum cairan. Minumnya harus lebih banyak. Air putih hangat,” ujarnya.


Asupan cairan yang banyak sangat membantu karena dapat mengencerkan dahak, memperbaiki kerja silia-silia di saluran napas, serta menjaga tubuh anak tetap terhidrasi. Saat demam, metabolisme anak meningkat, tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat, sehingga risiko dehidrasi pun lebih besar. Oleh karena itu, kebutuhan cairan harus benar-benar diperhatikan.

Pentingnya Nutrisi dan Istirahat

Selain cairan, anak juga perlu mendapatkan makanan bergizi untuk membantu proses pemulihan, serta istirahat yang cukup agar daya tahan tubuhnya optimal. Vitamin dapat diberikan sebagai pendukung, sesuai anjuran.

“Kemudian, makanan-makanan yang bergizi. Nutrisinya harus diperbaiki dan istirahat,” ucapnya.


Yang tak kalah penting, orang tua tidak dianjurkan membeli dan memberikan antibiotik secara mandiri. Antibiotik tidak bekerja untuk virus, dan penggunaannya tanpa indikasi yang tepat justru berisiko menimbulkan efek samping serta resistensi antibiotik.

“Jangan sembarangan memberikan obat batuk yang mengandung komponen-komponen yang berbahaya. Misalnya beli antibiotik sendiri, itu tidak boleh,” tambah dr. Nastiti.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan