
Top 3 Dunia: Warga Israel Ingin Jadi Warga Negara Portugal
Pada hari kemarin, ribuan warga Israel berbondong-bondong mengajukan diri untuk menjadi warga negara Portugal. Jumlah orang yang mengajukan aplikasi kewarganegaraan meningkat drastis. Hal ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat Israel terhadap kebijakan pemerintah Portugal.
Pada Sabtu, 30 November 2025, ribuan warga Israel membentuk antrean panjang di depan Kedutaan Besar Portugal di Tel Aviv. Mereka ingin mengajukan kewarganegaraan atau memperbarui paspor mereka. Antrean ini terbentang dari pintu masuk kedutaan hingga area parkir bawah tanah. Kedutaan menyelenggarakan pertemuan tatap muka khusus untuk mengatasi kemacetan sistem pemesanan daring.
Portugal memberikan hak untuk mengajukan kewarganegaraan kepada orang Yahudi Sephardi yang dianiaya selama Inkuisisi pada abad ke-16. Namun, karena jumlah permohonan yang sangat besar, pemerintah Portugal pada tahun 2023 mengumumkan bahwa undang-undang tersebut telah mencapai kuota dan mulai menerapkan persyaratan yang lebih ketat.
Tiga Wisatawan Malaysia Hilang Saat Banjir Sumatra
Kementerian Luar Negeri Malaysia melalui Konsulat Jenderal Malaysia di Medan menerima laporan tentang tiga wisatawan lanjut usia asal Malaysia yang hilang saat banjir dan longsor di beberapa wilayah Pulau Sumatra, Indonesia. Tiga wisatawan tersebut terdiri dari dua pria dan satu wanita dengan usia antara 63 hingga 64 tahun.
Laporan menyebutkan bahwa tiga wisatawan Malaysia itu tidak dapat dihubungi sejak 27 November 2025. Informasi awal menunjukkan bahwa mereka terakhir kali diyakini berada di Aceh atau Sumatra Utara. Konsulat Jenderal Malaysia sedang bekerja sama dengan pihak berwenang setempat untuk memastikan keberadaan warganya dan memberikan bantuan yang diperlukan.
Sebelumnya, satu warga Malaysia dikabarkan hilang setelah terjadi bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra Barat. Konsulat Jenderal Malaysia mengidentifikasi warganya yang hilang bernama Asrul Nizam bin Apridwson, 30 tahun.
Maduro Menolak Berdamai dengan Trump Jika Venezuela Jadi Budak AS
Presiden Venezuela Nicolas Maduro berulang kali menyerukan perdamaian dan menjanjikan "kesetiaan mutlak" kepada rakyatnya. Pernyataan keras Maduro itu terucap di depan ribuan rakyat Venezuela di tengah meningkatnya ketegangan akibat potensi aksi militer oleh Amerika Serikat.
Aksi unjuk rasa pada hari Senin terjadi saat Presiden AS Donald Trump bertemu dengan tim keamanan nasionalnya di Gedung Putih. Trump membahas langkah terkait Venezuela, menurut laporan media. Maduro berbicara kepada rakyatnya yang melambaikan bendera Venezuela di luar istana presiden di Caracas. Ia menyatakan bahwa negaranya menginginkan perdamaian, tetapi hanya perdamaian dengan kedaulatan, kesetaraan, dan kebebasan.
“Kami tidak menginginkan perdamaian budak, atau perdamaian koloni! Koloni, tidak pernah! Budak, tidak pernah!” katanya, Senin, 1 Desember 2025. Pemerintahan Trump menekan Venezuela dengan menambah kekuatan militer di Karibia. Trump menyebut langkahnya itu sebagai kampanye anti-perdagangan narkoba. Caracas mengatakan tindakan tersebut bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan Maduro.
AS telah mengumpulkan 15.000 tentara di kawasan tersebut dan mengerahkan kapal induk terbesar di dunia di sana. AS juga menunjuk Cartel de los Soles, yang digambarkannya sebagai kartel perdagangan narkoba yang dipimpin oleh Maduro, sebagai organisasi teroris.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar