
Tiga Bupati di Aceh Mengakui Kesulitan Tangani Bencana Banjir dan Longsor
Banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Aceh telah menyebabkan kerugian besar, baik secara fisik maupun sosial. Bencana ini memicu kekacauan di berbagai daerah, termasuk di tiga kabupaten yang menjadi fokus utama dalam permasalahan ini. Ketiga bupati tersebut akhirnya mengakui bahwa mereka tidak mampu menangani situasi yang terjadi di wilayah masing-masing.
1. Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky
Iskandar Usman Al-Farlaky lahir pada 3 November 1981 di Rantau Panjang, Aceh Timur. Ia mulai menempuh pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyah Seuneubok Timur dan melanjutkan pendidikan menengah di Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Seuneubok Johan. Setelah lulus, ia melanjutkan studi di Madrasah Ulumul Qur'an Langsa sebelum masuk ke UIN Ar-Raniry Banda Aceh untuk menempuh gelar S.H.I pada tahun 2006. Selain itu, ia juga melanjutkan pendidikan magister di Universitas Iskandar Muda (UNIDA) Banda Aceh.
Sejak masa kuliah, Iskandar menunjukkan minat besar dalam dunia politik. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di UIN Ar-Raniry pada tahun 2005. Setelah lulus, ia lebih dulu bekerja sebagai wartawan di Harian Serambi Indonesia, yang membuat namanya semakin dikenal di Aceh Timur.
2. Bupati Aceh Selatan Mirwan MS
Mirwan MS adalah Bupati Aceh Selatan periode 2025-2029. Ia lahir pada 9 Maret 1975 di Pelumat, Aceh Selatan. Sebelum terjun ke dunia politik, Mirwan memiliki pengalaman luas dalam bidang usaha. Ia menekuni dunia bisnis sejak tahun 2000, bahkan sempat bekerja di beberapa perusahaan di Jakarta. Beberapa posisi penting yang pernah ia jabat antara lain pelaksana Husni Utama Grub, pelaksana PT Alfindo Jaya Abadi Jakarta, pegawas PT Lampiri Jakarta Utara, serta direktur di beberapa perusahaan.
Dalam karier politiknya, Mirwan pernah mencalonkan diri sebagai Bupati Aceh Selatan pada Pilkada 2018, tetapi gagal meraih suara terbanyak. Kini, setelah terpilih pada Pilkada 2024 bersama wakilnya Baital Mukadis, ia berkomitmen untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.
3. Bupati Aceh Tengah Haili Yoga
Haili Yoga lahir pada 3 Februari 1970 di Kelupak Mata, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah. Ia dikenal luas oleh masyarakat Aceh Tengah karena dedikasinya dalam pemerintahan. Pada tahun 2024, ia menerima penghargaan sebagai Penjabat (Pj) Bupati Terbaik se-Indonesia dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Pendidikan Haili Yoga dimulai dari SDN Kelupak Mata, kemudian melanjutkan ke SMPN 4 Takengon dan SMA Negeri 2 Takengon. Setelah itu, ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Iskandar Muda dan Universitas Syiah Kuala. Karier pemerintahannya dimulai pada tahun 1988 sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan terus berkembang hingga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Setda) Kabupaten Bener Meriah.
Pada 2024, Haili Yoga mundur dari jabatannya sebagai ASN untuk maju dalam pilkada Aceh Tengah. Bersama Muchsin Hasan, ia berhasil memperoleh suara terbanyak dan secara resmi terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah periode 2025-2030.
Peran Menteri Dalam Negeri dalam Penanganan Bencana
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan pernyataan terkait kesulitan para kepala daerah dalam menangani bencana banjir dan longsor. Menurutnya, akses jalan yang tertutup menjadi salah satu kendala utama dalam distribusi bantuan. Contohnya, di Takengon, Aceh Tengah, akses jalan yang terputus membuat daerah tersebut tidak mampu melayani kebutuhan masyarakat.
Tito menjelaskan bahwa pemerintah pusat akan mengambil alih distribusi logistik melalui udara. Pengiriman bantuan pangan akan dilakukan dari Jakarta dan Medan, karena akses darat tidak memungkinkan. Ia juga menyatakan bahwa proses penanganan pascabanjir sangat sulit karena jalan-jalan yang rusak dan tertutup longsoran.
Saat ini, jumlah korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tercatat sebesar 442 orang meninggal, 402 orang hilang, dan 646 orang luka-luka. Angka ini menunjukkan betapa parahnya dampak bencana yang terjadi di wilayah tersebut.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar