Tiga Dekade Menanti Pengendalian Banjir Batang Kuranji Padang

Warga di Kecamatan Nanggalo Terancam Banjir dan Abrasi Sungai Batang Kuranji

Warga di kawasan Tabing Kampung Koto, Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Sumatera Barat, terus menghadapi ancaman banjir dan abrasi sungai. Sejak era 1990-an, pemerintah pernah menjanjikan pembangunan program pengendalian banjir di wilayah ini. Namun, hingga saat ini, rencana tersebut belum terealisasi.

Onang, salah satu warga yang tinggal hanya tiga meter dari bibir Sungai Batang Kuranji, memilih bertahan di rumahnya karena tidak ada pilihan lain. Ia mengatakan bahwa sejak kecil, ia pernah mendengar janji pemerintah akan membuat pengendalian banjir. Namun, sampai sekarang, rencana itu masih dalam bentuk wacana.

“Mau bagaimana lagi, kami terpaksa bertahan di sini karena tidak ada tempat lain,” ujarnya saat ditemui pada Sabtu (3/1/2026). Ancaman banjir membuat rasa tenang sulit dirasakan. Suara deras aliran sungai sering mengganggu waktu istirahat, terutama ketika hujan turun. Dalam kondisi tertentu, Onang memilih mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman, menunggu air kembali surut.

Alur Sungai Berubah Akibat Banjir Bandang

Banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 lalu mengubah alur Sungai Batang Kuranji. Sebelumnya, sungai ini berjarak cukup jauh dari permukiman. Kini, aliran sungai semakin mendekati rumah-rumah warga dan terus menggerus tanah di sekitarnya.

Pantauan oleh tim nurulamin.pro pada Sabtu (3/1/2026) menunjukkan sedikitnya dua unit rumah dalam kondisi paling mengkhawatirkan. Jarak antara rumah dengan bibir sungai hanya sekitar satu hingga tiga meter. Struktur tanah di bawah bangunan tampak tidak rata dan terus terkikis arus sungai.

Salah seorang warga, Juli, mengatakan bahwa sejak banjir bandang terjadi, air sungai terus menggerus tepian permukiman. Bahkan, sejak peristiwa tersebut hingga kini, tercatat sekitar empat unit rumah telah roboh dan hanyut terbawa arus.

Warga Mulai Kosongkan Rumah

Rumah milik Juli yang sebelumnya dihuni oleh orang tuanya kini telah dikosongkan. Seluruh barang-barang berharga sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Meski demikian, Juli mengaku masih terus memantau kondisi rumahnya dari kejauhan.

“Sayang rasanya, dari dulu kami tinggal di sini. Sekarang rumah sudah terancam seperti ini. Kami takut rumah ini tiba-tiba rubuh dan hanyut,” katanya. Ia pun berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan rumah warga dari ancaman abrasi sungai.

“Kami sangat memohon bantuan pemerintah. Kalau belum bisa membangun pondasi penahan, setidaknya aliran sungainya bisa diarahkan agar tidak terus menggerus ke sini,” tambahnya.

Air Sungai Meluap dan Mengancam Perumahan

Daerah Aliran Sungai (DAS) Kuranji meluap menyebabkan ratusan warga di Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Sumatera Barat, terpaksa mengungsi akibat banjir susulan, Jumat (2/1/2026). Pantauan oleh tim nurulamin.pro di Perumahan Griya Kubu Tama hingga pukul 10.00 WIB menunjukkan hujan lebat masih mengguyur kawasan tersebut.

Genangan air setinggi pinggang orang dewasa masih merendam pemukiman warga. Perumahan Griya Kubu Tama diketahui berada tidak jauh dari aliran Sungai Batang Kuranji, dengan jarak sekitar 100 hingga 200 meter. Sejumlah warga tampak mengungsi ke tempat yang lebih aman sambil memantau kondisi rumah mereka dari pos ronda yang posisinya lebih tinggi dari kawasan perumahan.

Salah seorang warga, Nelmawati (40), mengatakan hujan mulai turun sejak Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Dua jam kemudian, air mulai masuk ke kawasan perumahan dan terus meningkat hingga Jumat pagi.

“Sejak tadi malam setelah salat Isya hujan mulai lebat. Sekitar pukul 22.00 WIB air mulai naik. Sampai sekarang hujan belum reda dan air juga terus bertambah,” ujarnya. Menurut Nelmawati, sedikitnya lebih dari 40 rumah di perumahan tersebut terdampak banjir. Namun, warga telah melakukan evakuasi mandiri lebih awal karena banjir kerap berulang terjadi di kawasan itu.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan