Tiga isu sosial dalam Dynamite Kiss: Diskriminasi Ibu Bekerja

Dinamika Hubungan dan Isu Sosial dalam Drakor Dynamite Kiss

Dynamite Kiss adalah drakor romantis komedi yang menawarkan kisah yang penuh dengan konflik, kejutan, dan pesan penting tentang isu sosial. Cerita ini mengikuti perjalanan Go Da Rim (diperankan oleh Ahn Eun Jin), seorang wanita yang memalsukan identitasnya agar bisa mendapatkan pekerjaan. Namun, kebohongannya justru menjadi bumerang karena atasan barunya, Gong Ji Hyeok (diperankan oleh Jang Ki Yong), tak bisa move on darinya sejak pertama kali bertemu di Pulau Jeju.

Selain menyajikan hubungan romantis antara Go Da Rim dan Gong Ji Hyeok, drakor ini juga menyisipkan berbagai isu sosial yang sering kita temui dalam kehidupan nyata. Salah satunya adalah stigma dan diskriminasi terhadap para ibu pekerja. Empat ibu yang bekerja sebagai tim satgas di drakor ini sering merasa minder dan dikucilkan karena status mereka. Berikut beberapa isu yang muncul dalam cerita ini:

1. Tekanan Finansial

Isu tekanan finansial terlihat dari sisi karakter Go Da Rim yang tiba-tiba memiliki hutang karena perbuatan adiknya. Demi sang pacar, ia rela menggadaikan rumah dan mengambil hutang, setelahnya pergi dan melimpahkan tanggung jawab pada Go Da Rim. Di saat yang sama, ia yang tidak memiliki penghasilan tetap, juga kesulitan dalam membayar biaya perawatan ibunya yang tiba-tiba jatuh sakit.

Mendapat tekanan dari segala sisi, Go Da Rim terpaksa memalsukan identitasnya sebagai seorang yang telah menikah dan memiliki anak agar bisa segera mendapatkan pekerjaan. Sayangnya, ia harus berusaha ekstra karena di saat yang sama juga sering dikejar-kejar oleh rentenir.

2. Diskriminasi Ibu Pekerja

Tidak hanya Go Da Rim, ada tiga ibu lain yang kembali bekerja dalam drakor ini. Mereka adalah Bae Nan Sook (Park Ji A), Jang Jin Hee (Jung Soo Young), dan Lee Go Eun (Park Jeong Yeon). Mereka memilih kembali bekerja dengan beragam alasan sembari tetap mengurusi anak sepanjang hari.

Kehadiran mereka sebagai satgas ibu di Natural BeBe ternyata mendapatkan diskriminasi. Tak jarang mereka diremehkan saat menyampaikan ide dan sempat membuat mereka minder seketika. Contohnya, saat mereka mengurusi proyek CSR menanam pohon untuk meningkatkan penjualan produk Natural Bebe pada ibu muda. Mereka harus bersaing dengan tim pemasaran dan selama proses penyusunan proposal sering kali diremehkan oleh tim lawan. Sempat pesimis dan harus bergadang setiap malam, siapa sangka ide merekalah yang diambil sebagai program baru perusahaan. Bahkan, berhasil menarik perhatian pasangan muda pada produk Natural Bebe.

3. Dinamika Hubungan Palsu

Selain memalsukan identitas, Go Da Rim juga terlibat dalam dinamika hubungan palsu dengan sahabatnya sendiri, Kim Seon U (Kim Mu Jun). Jika ketahuan, hal ini bisa saja membuatnya dituntut oleh perusahaan dan merugikan kehidupan yang sudah mereka bangun.

Sayangnya, Go Da Rim memilih cara ini agar ia bisa mendapatkan pekerjaan. Bahkan, misinya ini dibantu oleh sahabatnya itu dan tak merasa bersalah jika harus berakting bak suami istri di depan rekan dan pimpinan tim Go Da Rim.

Pada akhir episode 8, hubungan palsu mereka terbongkar oleh ucapan anak Kim Seon U yang memanggil Go Da Rim sebagai bibi. Tanpa mereka sadar, Gong Ji Hyeok sebagai pimpinan tim Go Da Rim melihatnya dengan jelas. Apakah di episode berikutnya mereka akan mendapatkan masalah?

Kesimpulan

Demi keluar dari tekanan finansial, tak sedikit orang-orang memilih melanggar norma sosial. Seperti yang dilakukan para karakter di drakor Dynamite Kiss ini. Mereka terpaksa melanggar hal tersebut demi bisa bertahan dari tekanan dunia yang tiada henti. Bagaimana menurutmu?

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan