Tiga Karya Desa yang Viral 2025: Patung Macan Putih, Tugu Biawak, dan Instalasi Bambu

Tiga Karya Desa yang Viral 2025: Patung Macan Putih, Tugu Biawak, dan Instalasi Bambu

Patung Macan Putih di Kediri yang Viral

Di Desa Balongjeruk, Kediri, Jawa Timur, sebuah patung macan putih kini menjadi sorotan berbagai kalangan. Patung ini viral di media sosial karena bentuknya yang dianggap lucu dan jauh dari kesan sangar. Warga setempat bahkan menyebutnya lebih mirip zebra atau kuda nil.

Pembuatan patung ini dilakukan dengan dana pribadi kepala desa sebesar Rp3,5 juta. Menurut Safi'i, kepala desa setempat, pembuatan patung tidak menggunakan anggaran desa. Ia mengklaim bahwa dana desa digunakan untuk kebutuhan ketahanan pangan, sehingga pembuatan patung dilakukan dengan biaya sendiri.

Patung memiliki ukuran panjang 1,5 meter, lebar 1 meter, serta tinggi keseluruhan termasuk fondasi tumpuan 2,5 meter. Tujuan dari pembuatan patung adalah untuk mengangkat legenda macan putih sebagai ikon desa. Pembuat patung merupakan warga setempat dengan bahan dasar besi serta semen.

Kini, patung tersebut menjadi daya tarik wisatawan karena bentuknya yang unik. Meskipun terdapat kritik dan saran, Safi'i mengakui bahwa semua masukan tersebut sangat penting bagi kemajuan bersama.

Tugu Biawak di Wonosobo yang Dikenal Realistis

Di Desa Krasak, Wonosobo, Jawa Tengah, sebuah tugu biawak rampung dibangun pada April 2025 dengan anggaran sebesar Rp50 juta. Tugu ini mendapatkan pujian karena detailnya yang sangat realistis dan terlihat seperti hewan asli yang sedang memanjat.

Tugu biawak memiliki tinggi 7 meter dengan lebar 4 meter. Sumber dana pembuatan patung berasal dari swadaya masyarakat, sehingga tidak memakai dana desa. Ketua Karang Taruna Kecamatan Selomerto, Ahmad Gunawan Wibisono, menjelaskan bahwa tugu biawak dibangun sejak Februari 2025. Lokasi tugu berada di jalur Wonosobo-Banjarnegara sehingga mencuri perhatian warga.

Hasil pembangunan tugu biawak mendapat apresiasi dari Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat. Pembuat patung merupakan seniman Wonosobo bernama Arianto. Ia menekankan bahwa tugu ini bukan berasal dari anggaran desa, melainkan dari anggaran CSR dari kabupaten dan dibantu swadaya dari masyarakat seperti gotong-royongnya dan konsumsi selama pembangunannya.

Instalasi Bambu di Cianjur yang Mencuri Perhatian

Di Desa Cikaroya, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terdapat instalasi bambu yang dapat mengeluarkan air. Niat awal Rudi (58) untuk mempercantik halaman rumahnya berujung pada kehebohan massa. Sebuah instalasi bambu yang ia rancang sebagai elemen estetika taman justru diserbu ratusan warga karena dianggap memiliki khasiat mistis.

Rudi menjelaskan bahwa instalasi tersebut merupakan bagian dari rencana renovasi rumahnya yang mencakup pembuatan kolam, gazebo mini, dan lukisan dinding. Ia merancang bambu tersebut sebagai variasi air mancur agar taman miliknya terlihat lebih menarik. Padahal semuanya serba logis, tidak ada mistis, ini hanya seni. Saya ingin karya saya dilihat, kemudian orang pulang dan berpikir.

Meski murni dibuat untuk tujuan seni, fenomena ini memicu antrean warga selama dua hari berturut-turut. Masyarakat berbondong-bondong datang karena meyakini air yang keluar dari batang bambu tersebut bersifat keramat. Tentang sumber air yang mengalir secara konstan dari dalam bambu, Rudi memilih untuk merahasiakan detail teknisnya. Ia menegaskan bahwa mekanisme tersebut adalah hasil pemikiran logis dan kreativitas pribadi yang tidak berkaitan dengan hal gaib.

Sementara itu, Kepala Desa Cikaroya, Encep Mahmudin, menerangkan warga menganggap instalansi bambu sebagai hal yang mistis karena air mengalir terus dari batang bambu. Memang bagi orang awam ini terlihat aneh, tidak ada pasokan air tetapi bisa mengalir terus-menerus.

Pemerintah desa melakukan pembongkaran karena dianggap menimbulkan kegaduhan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan