Tiga Prajurit TNI AD Gugur dalam Evakuasi Banjir Bandang Padang Panjang

Tiga Prajurit TNI AD Gugur dalam Evakuasi Banjir Bandang Padang Panjang

Peristiwa Bencana Banjir Bandang di Sumatera Barat

Sejumlah peristiwa tragis terjadi akibat bencana banjir bandang yang melanda wilayah Sumatera Barat (Sumbar). Salah satu insiden yang menimpa anggota TNI AD adalah kematian tiga prajurit saat melakukan evakuasi korban bencana. Mereka ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah sempat hilang selama beberapa hari.

Jenazah Ditemukan Setelah Pencarian Berhari-hari

Pelda Yudi Gusnadi, anggota Subdenpom XX/5 Padang Panjang, ditemukan di Mega Mendung, Jorong Air Mancur, Nagari Singgalang, Koto, Tanah Datar pada Senin (1/12/2025) pukul 17.00 WIB. Jenazahnya kemudian diidentifikasi oleh Tim DVI Kota Padang Panjang dan dipastikan sebagai almarhum Yudi Gunardi.

Serda Roby Handaryo, Babinsa X/Koto Kodim 0373/Tanah Datar, ditemukan tak jauh dari wilayah binaannya di sekitar lokasi bencana pada Kamis (27/11/2025). Sementara itu, Prada Zeni Sukmana Marpaung, anggota Subdenpom XX/5 Padang Panjang, ditemukan di timbunan longsor aliran Sungai Batang Anai wilayah Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, pada Jumat (28/11/2025) sekitar pukul 14.05 WIB.

Peran TNI dalam Evakuasi

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah menyampaikan bahwa tugas kemanusiaan tidak hanya menuntut ketangguhan dan keberanian, tetapi juga memiliki risiko besar yang selalu mengintai setiap langkah. Ia menjelaskan bahwa peristiwa ini menegaskan dedikasi prajurit TNI dalam melindungi, menolong, dan berada di garis terdepan bagi masyarakat.

Pencarian dilakukan tanpa henti oleh tim gabungan TNI, Basarnas, BPBD, Polri, dan relawan melalui penyisiran manual, penggunaan alat berat, serta evaluasi rutin terhadap titik-titik rawan.

Kronologi Kejadian

Longsor yang menerjang aliran Sungai Batang Anai juga menyapu rumah warga, pengendara yang melintas, serta masyarakat yang tengah beraktivitas di sekitar Jalan Lembah Anai, tepatnya di Jembatan Kembar Silaiang, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumbar pada Kamis (27/11/2025).

Tiga prajurit TNI AD yakni Pelda Yudi Gusnadi, Serda Roby Handaryo, dan Prada Zeni Sukmana Marpaung bergegas ke lokasi untuk menyelamatkan warga yang kena longsor. Namun, takdir berkata lain, ketiga prajurit TNI AD ini malah menjadi korban tersapu banjir dan longsor susulan.

Longsor susulan menyeret mereka dan menyebabkan dua di antaranya hilang. Jenazah Serda Robi, Babinsa Koramil X/Koto Kodim 0307/Tanah Datar, ditemukan terlebih dahulu oleh tim SAR.

Korban Meninggal Tembus 604 Orang

Korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, dan Provinsi Sumatera Barat terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat berdasarkan data sementara hingga Senin (1/12/2025) pukul 17.00 WIB, total korban meninggal dunia akibat bencana di tiga provinsi itu mencapai 604 jiwa.

Sementara itu, jumlah pengungsi yang tersebar di berbagai wilayah di ketiga provinsi tersebut mencapai 635.214 jiwa. Korban meninggal dunia tercatat di berbagai daerah seperti Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, dan lainnya.

Data Korban dan Pengungsi

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban hilang mencapai 173 jiwa. Di Sumatra Utara, tercatat 283 jiwa meninggal dunia setelah tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) kembali menemukan korban yang sebelumnya dinyatakan hilang.

Di Provinsi Aceh, sebanyak 156 jiwa meninggal dunia hingga Senin (1/12/2025) sore. Sedangkan di Provinsi Sumatera Barat, sebanyak 165 jiwa meninggal dunia dengan 114 jiwa lainnya masih hilang.

Pengabdian Prajurit TNI

Kapendam XX/Tuanku Imam Bonjol, Letkol Kav Taufiq, menyampaikan penghormatan dan belasungkawa atas gugurnya Serda Robi dan Prada Zeni Marpaung. Ia menegaskan bahwa pengabdian mereka adalah bukti keberanian dan keteguhan prajurit TNI dalam menjalankan tugas kemanusiaan bagi rakyat.

Ia juga berharap pengabdian para prajurit tersebut menjadi inspirasi bagi seluruh anggota TNI dan pengingat bahwa tugas kemanusiaan adalah kehormatan tertinggi.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan