
Prestasi Siswa Indonesia di World Scholars Cup 2025
Tiga siswa dari Singapore Intercultural School (SIS) Kelapa Gading, Jakarta, berhasil meraih prestasi gemilang dalam ajang World Scholars Cup (WSC) 2025. Kompetisi akademik internasional ini mencakup berbagai kategori seperti debat, penulisan esai, dan pengetahuan lintas disiplin. Dari tiga siswa tersebut, Wesley berhasil meraih medali emas, sedangkan Nelson dan Reeyansh meraih medali di kategori lainnya.
WSC 2025 diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai negara, menjadikannya salah satu ajang bergengsi untuk jenjang pendidikan dasar hingga menengah. Kompetisi ini tidak hanya menjadi wadah untuk menunjukkan kemampuan akademik, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi para peserta.
Motivasi Mengikuti Kompetisi: Bukan Sekadar Medali
Ketiga siswa tersebut mengungkapkan bahwa alasan mereka mengikuti WSC bukan hanya untuk meraih prestasi, tetapi juga untuk pengembangan diri. Wesley bercerita bahwa minatnya muncul dari informasi yang ia dapatkan di klub sekolahnya.
“Saya ingin meningkatkan kemampuan, skill, dan menambah portofolio. Setelah dengar soal WSC dari school club, saya langsung tertarik ikut,” ujarnya saat diwawancarai.
Nelson mengaku bahwa WSC memberinya pengalaman baru. Ia belum pernah mencoba debat sebelumnya, sehingga ingin mencoba hal baru selain untuk portofolio, tetapi juga untuk bersenang-senang.
Reeyansh, sementara itu, tertarik pada tantangan sekaligus kerja tim. Ia ingin merasakan bagaimana rasanya melakukan debat, menulis, dan bekerja sama dengan teman-temannya.
Bagian Kompetisi yang Paling Menantang
Ketiganya sepakat bahwa tantangan terbesar bukan hanya materi ujian, tetapi juga tekanan saat kompetisi berlangsung. Wesley menyebut momen paling mendebarkan adalah pengumuman pemenang.
“Hati rasanya bergerak cepat karena nervous. Tapi ketika dapat medali, rasanya sangat bangga,” ujarnya.
Nelson menilai sesi debate battle sebagai bagian paling seru. Tekanannya paling besar di debate, tetapi itu justru bagian yang disukainya. Adapun Reeyansh menyebut sesi collaborative writing sebagai favoritnya. Ia bisa menuangkan ide, belajar skill kreatif, dan memberikan hasil yang menarik saat sesi tersebut.
Strategi dan Persiapan Menjelang Lomba
Dalam kompetisi ini, tim hanya diberi 15 menit untuk menyusun argumen sebelum sesi debat dimulai. Ketiganya sepakat bahwa strategi utama mereka adalah membagi tugas, menyusun poin-poin argumen, dan saling melengkapi argumen.
“Kami selalu kolaborasi dalam waktu singkat, membagi poin-poin penting yang akan memperkuat argumen, dan membantu satu sama lain untuk deliver argument terbaik,” kata Nelson.
Selain itu, mereka juga mengikuti kelas persiapan di Speak Up Academy sebagai pelatihan intensif menjelang kompetisi. Meski sudah terbiasa tampil, ketiganya mengaku tetap merasa gugup sebelum tampil. Namun kerjasama dan dukungan tim menjadi kunci.
“Kami saling membantu dengan memberikan afirmasi dan selalu bilang 'you can do it'," kata Wesley.
Peran Orang Tua: Mendukung dari Belakang
Wina, ibu Wesley, mengungkapkan bahwa ia baru menyadari minat anaknya dalam debat pada Mei 2025, ketika Wesley pulang dengan membawa medali dari babak penyisihan di Jakarta.
“Saya bahkan tidak ikut mendampingi waktu itu. Pulang-pulang dia membawa medali. Dari situ saya paham dia punya minat kuat di bidang ini,” ujarnya.
Ia menyebut kompetisi ini tidak hanya tentang debat, tetapi juga tes pengetahuan umum, esai, hingga kuis cepat berkelompok. Terkait dukungan keluarga, ia menyebut semangat Wesley dan tim justru membuat peran keluarga lebih sebagai support moral.
“Mereka tidak pernah mengeluh. Justru mereka yang meminta tambahan les. Kami hanya mendukung dari belakang,” ucapnya.
Wina juga menyebut, jika ada kesempatan, mereka berencana kembali mengikuti WSC di level senior dan menargetkan lolos putaran final di Yale University. Selain prestasi, ia menilai kompetisi ini memberikan manfaat jangka panjang.
“Public speaking adalah skill penting di masa depan. Kami bangga mereka mempelajarinya sejak dini.”
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar