Tim DVI Polri Identifikasi Tujuh Korban Kebakaran Gedung Terra Drone

Tim DVI Polri Identifikasi Tujuh Korban Kebakaran Gedung Terra Drone

Tim DVI Polri Umumkan Identifikasi Korban Kebakaran Gedung Terra Drone

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri kembali mengumumkan hasil identifikasi korban kebakaran Gedung Terra Drone. Pada Rabu, 10 Desember 2025, sebanyak tujuh kantong jenazah berhasil teridentifikasi. Dengan penambahan ini, total jumlah korban yang telah teridentifikasi meningkat menjadi 10 dari 22 kantong jenazah yang diterima oleh Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Kepala Divisi Dokter Polri, Brigjen Pol Nyoman Eddy Purnama Wirawan, menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan melalui berbagai metode. Proses tersebut mencakup pemeriksaan sidik jari, pencocokan data gigi, rekam medis, serta identifikasi properti pribadi yang ditemukan bersama jenazah.

“Demikian ada tujuh yang telah teridentifikasi,” ujarnya di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Berikut adalah daftar korban yang telah teridentifikasi:

  • Pariyem (31), warga Lampung Barat.
  • Ninda Tan (32), warga Serpong Utara, Tangerang Selatan.
  • Muhammad Ariel Budiman (24), warga Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
  • Mochamad Apriyana (40), warga Sudimara Jaya, Tangerang.
  • Della Yohana Simanjuntak (22), warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
  • Nazaellya Tsabita Nurazisha (27), warga Tanah Abang, Jakarta Pusat.
  • Athiniyah Isnaini Rasyidah (18), warga Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.

Proses Identifikasi yang Dilakukan

Proses identifikasi korban kebakaran Gedung Terra Drone memerlukan pendekatan multidisiplin untuk memastikan akurasi dan kepastian. Tim DVI Polri menggunakan berbagai metode seperti pemeriksaan sidik jari, yang merupakan cara yang paling umum digunakan dalam identifikasi korban. Sidik jari memiliki sifat unik dan tidak dapat dipalsukan, sehingga sangat efektif dalam mengidentifikasi seseorang.

Selain itu, pencocokan data gigi juga menjadi salah satu metode utama. Setiap individu memiliki struktur gigi yang unik, terutama jika ada catatan medis atau rekaman radiografi yang tersedia. Rekam medis juga menjadi bagian penting dari proses identifikasi, karena bisa memberikan informasi tentang riwayat kesehatan dan kondisi fisik korban.

Identifikasi properti pribadi juga turut berkontribusi dalam proses ini. Barang-barang seperti pakaian, perhiasan, atau dokumen pribadi sering kali membantu dalam menentukan identitas korban.

Peran Tim DVI dalam Kebakaran Gedung Terra Drone

Tim DVI Polri memiliki peran kritis dalam situasi seperti ini. Mereka bekerja sama dengan lembaga medis dan pihak berwenang lainnya untuk memastikan proses identifikasi berjalan secara efisien dan akurat. Tim ini juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa keluarga korban mendapatkan informasi yang jelas dan transparan tentang identitas anggota keluarga mereka.

Kebakaran Gedung Terra Drone menjadi peristiwa yang sangat menyedihkan, dan setiap upaya yang dilakukan oleh tim DVI Polri bertujuan untuk memberikan kejelasan dan kepastian bagi keluarga korban. Proses identifikasi yang teliti dan hati-hati menjadi kunci dalam menghadapi situasi seperti ini.

Status Korban yang Masih Belum Teridentifikasi

Meskipun tujuh korban telah berhasil teridentifikasi, masih ada 15 kantong jenazah lainnya yang belum dapat diidentifikasi. Tim DVI Polri terus berupaya keras untuk menyelesaikan proses identifikasi secepat mungkin. Mereka juga terbuka terhadap bantuan dari keluarga korban yang mungkin memiliki informasi tambahan yang dapat membantu proses identifikasi.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan