
Tim Medis dari Universitas Abulyatama Bantu Pemulihan Kesehatan di Aceh Tamiang
Universitas Abulyatama kembali menunjukkan komitmen kemanusiaannya dengan mengirimkan tambahan tim medis, termasuk dokter spesialis anak, untuk membantu pemulihan layanan kesehatan masyarakat di Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang. Penyebab utamanya adalah adanya bencana banjir dan longsor yang telah mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat, termasuk pengoperasian Puskesmas Rantau.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana Prioritas II DPPM Kemdiktisaintek Universitas Abulyatama kali ini menambah personel medis, termasuk dokter spesialis anak, guna memperkuat layanan kesehatan di wilayah terdampak. Kehadiran tim ini sangat dibutuhkan karena kondisi Puskesmas Rantau mengalami keterbatasan tenaga serta kerusakan fasilitas akibat bencana alam.
Ketua Tim, dr. Hady Maulanza, MKM., Sp.KKLP, menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh dokter, dokter muda, relawan, serta organisasi mahasiswa dalam misi kemanusiaan tersebut. Ia menjelaskan bahwa penambahan personel medis, termasuk dokter spesialis anak, dilakukan karena banyaknya anak-anak yang menderita berbagai penyakit akibat situasi darurat.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Rantau, Ns. Abdul Hakim, S.Kep., MKM, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Universitas Abulyatama serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas bantuan yang diberikan dalam memulihkan layanan kesehatan di puskesmas tersebut. Ia mengatakan bahwa awalnya mereka sempat kebingungan harus memulai dari mana untuk membersihkan dan memulihkan puskesmas, karena keterbatasan pegawai dan kondisi mereka yang juga terdampak banjir dan longsor.
“Kehadiran tim dari Universitas Abulyatama menjadi berkah bagi kami. Saya bersyukur kepada Allah SWT dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan ini,” kata Abdul Hakim.
Komitmen Kampus untuk Terus Memberikan Bantuan
Terpisah, Wakil Rektor II Universitas Abulyatama, Dr. Ferlya Eliza, M.Pd., menegaskan komitmen kampusnya untuk terus membantu para korban bencana banjir dan longsor di Aceh. Ia menekankan bahwa universitas tidak akan membiarkan saudara-saudara mereka di Aceh menghadapi bencana ini sendirian.
“Kami tidak akan membiarkan saudara-saudara kami di Aceh menghadapi bencana ini sendirian. Universitas Abulyatama berkomitmen untuk terus membantu seluruh korban banjir dan longsor,” ujar Ferlya.
Menurutnya, hingga saat ini, Universitas Abulyatama telah mengirimkan ratusan relawan yang terdiri dari tenaga medis, tenaga kesehatan, perawat, bidan, dosen, dan mahasiswa. Selain itu, bantuan obat-obatan serta bahan logistik juga telah disalurkan melalui program Unaya Peduli, sesuai arahan Rektor, khususnya di tiga kabupaten terdampak paling parah, yakni Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang.
Bentuk Partisipasi Masyarakat dalam Bantuan Bencana
Program Unaya Peduli merupakan salah satu inisiatif yang dilakukan oleh universitas untuk memberikan kontribusi nyata dalam upaya pemulihan masyarakat yang terkena dampak bencana. Melalui program ini, seluruh elemen masyarakat, baik dari kalangan akademik maupun masyarakat luas, turut berpartisipasi dalam memberikan bantuan.
Beberapa bentuk partisipasi yang dilakukan antara lain:
- Penyediaan tenaga medis dan kesehatan
- Pendistribusian obat-obatan dan kebutuhan pokok
- Pelibatan mahasiswa dan dosen dalam operasi tanggap darurat
- Koordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga-lembaga kemanusiaan
Dengan komitmen yang kuat dan partisipasi aktif dari berbagai pihak, harapan besar dipegang bahwa bantuan yang diberikan dapat mempercepat proses pemulihan di wilayah-wilayah terdampak.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar