
Penelitian Mengungkap Tantangan Siswa dalam Mempelajari Bahasa Inggris
Tim peneliti dari Program Studi Sistem Informasi dan Teknik Informatika, Universitas Telkom Kampus Purwokerto, sedang melakukan studi untuk memahami tantangan yang sering dialami siswa dalam mempelajari Bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Penelitian ini dilakukan di tingkat SMA dengan melibatkan siswa kelas XI dari lima kabupaten yaitu Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen. Total 650 siswa berpartisipasi sebagai responden dalam survei ini.
Judul penelitian ini adalah Overcoming Challenges: Common Difficulties Faced by Students in Learning English. Penelitian ini merupakan bagian dari skema Penelitian Non Kerja Sama Eksternal Tahun 2025. Tim peneliti terdiri dari Hari Widi Utomo dan Shintia Dwi Alika. Mereka menemukan bahwa banyak siswa masih menghadapi kendala dalam pelafalan, tata bahasa, kosa kata, pemahaman mendengar, kelancaran berbicara, membaca, maupun menulis.
Studi ini berusaha menggali penyebab dari berbagai hambatan tersebut, termasuk pengaruh bahasa pertama, rendahnya paparan terhadap Bahasa Inggris otentik, pendekatan pembelajaran yang belum maksimal, motivasi belajar yang rendah, serta rasa cemas ketika harus menggunakan bahasa asing.
Untuk mendapatkan gambaran yang menyeluruh, penelitian ini menggunakan metode mixed-methods melalui survei kuantitatif, wawancara, dan observasi kelas. Selain memetakan masalah, penelitian ini juga bertujuan merumuskan solusi yang dapat diterapkan di sekolah. Tim peneliti akan mengeksplorasi pemanfaatan teknologi seperti aplikasi pembelajaran, platform sosial, dan tutor berbasis kecerdasan buatan sebagai pendukung proses belajar.
Pendekatan pengajaran modern seperti communicative language teaching, task-based learning, dan gamifikasi juga menjadi bagian dari strategi yang dikembangkan. Pembelajaran Bahasa Inggris hari ini memerlukan perpaduan antara pedagogi dan teknologi agar lebih sesuai dengan karakter generasi digital, jelas Hari Widi Utomo. Kami berharap penelitian ini dapat memberikan rekomendasi yang dapat dimanfaatkan guru, sekolah, maupun pembuat kebijakan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif dan inklusif. Imbuhnya.
Penelitian ini berlangsung selama satu tahun dengan melibatkan sekolah-sekolah mitra sebagai lokasi pengumpulan data, uji coba strategi pengajaran, hingga proses evaluasi dan penyusunan rekomendasi. Hasil penelitian direncanakan dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi, dikembangkan menjadi model kebijakan pendidikan, serta disebarluaskan melalui media massa.
Dukungan positif juga datang dari sekolah. Dwi Sulistyowati, Guru Bahasa Inggris di SMA Negeri 1 Sigaluh, menyampaikan apresiasinya terhadap penelitian ini. Penelitian ini memberi kesempatan bagi sekolah untuk melihat secara lebih jelas tantangan yang dialami siswa dalam belajar Bahasa Inggris. Data yang dikumpulkan sangat membantu guru memahami kebutuhan siswa, terutama terkait kemampuan berbahasa dan pemanfaatan media digital. Kami berharap hasil penelitian ini benar-benar dapat menjadi dasar untuk meningkatkan strategi pembelajaran di sekolah, ujarnya.
Universitas Telkom Purwokerto menyatakan komitmen penuh terhadap penelitian ini karena sejalan dengan fokus Center of Excellence: Sustainability, Cities, Village, and Food Security yang menekankan pentingnya peningkatan kapasitas manusia melalui pendidikan berkualitas. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris dan mendorong lahirnya model pembelajaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan siswa di era digital.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar