Tim SAR Cari Penerjun Payung Hilang di Pangandaran


Tim gabungan pencari dan penyelamat (SAR) melakukan upaya pencarian terhadap seorang atlet penerjun payung yang hilang di kawasan Pangandaran. Kondisi cuaca menjadi kendala utama dalam proses pencarian hingga saat ini.

Atlet bernama Widiasih, berusia 58 tahun, mengalami kecelakaan saat mengikuti kejuaraan daerah penerjun payung di perairan sekitar Bojongsalawe, Kecamatan Pangandaran, Jawa Barat. Hingga Rabu, 31 Desember 2025, tim SAR masih melakukan pencarian terhadap korban yang berasal dari Desa Kamasan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.

Insiden tersebut terjadi pada Selasa sekitar pukul 11.40 WIB. Menurut informasi dari Kepala Kepolisian Resor Pangandaran Andri Kurniawan, saat itu terdapat lima penerjun payung yang sedang berlatih. Mereka dibawa oleh pesawat latih Cessna 185 PK-SRC milik Fly School Ganesha yang lepas landas dari Bandara Nusawiru sekitar pukul 10.15 WIB.

Setelah melompat dari ketinggian sekitar 10.000 kaki, terjadi perubahan arah angin yang cukup signifikan, sehingga para penerjun kehilangan kendali dan arah pendaratan. Akibatnya, tiga atlet berhasil mendarat darurat di Pantai Bojongsalawe dalam kondisi selamat. Sementara dua atlet lainnya jatuh ke laut.

Menurut Andri, satu korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia akibat tenggelam, sedangkan satu korban lainnya masih dalam pencarian. Korban yang meninggal adalah Rusli, sementara korban yang selamat antara lain Khudlori, Muhammad Almuthofa, dan Karni.

Setelah kejadian tersebut, kepolisian memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan terjun payung guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), arah angin di wilayah Pangandaran saat kejadian bertiup dari tenggara ke barat daya. Kecepatan angin dikategorikan normal, meskipun melebihi 45 kilometer per jam.

Kecepatan angin yang tercatat oleh BMKG adalah 17,6 kilometer per jam arah tenggara pada pukul 12.40 WIB. Selain itu, terjadi juga hujan ringan di daerah Pangandaran yang mulai terjadi sejak pagi hingga tengah hari.

Upaya pencarian penerjun yang hilang, menurut koordinator misi SAR Ade Dian Permana, dibagi menjadi dua kelompok di pesisir pantai perbatasan Bojongsalawe dan Batukaras. Pemantauan juga dilakukan menggunakan drone thermal di sekitar lokasi kejadian.

Sementara itu, Direktur Polisi Perairan dan Udara Kepolisian Daerah Jawa Barat Edward Indharmawan Eka Chandra menyatakan bahwa kondisi cuaca menjadi faktor utama yang memengaruhi proses pencarian.

“Angin kencang dan gelombang laut yang berubah-ubah berdampak pada jarak pandang serta pergerakan sarana pencarian di perairan Pangandaran,” ujar Edward dalam keterangannya, Rabu. Petugas menemukan helm yang diduga milik korban dan dijadikan sebagai petunjuk awal untuk menentukan radius pencarian lanjutan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan