
Penemuan Mayat Penerjun yang Hilang di Perairan Pangandaran
Pada Jumat, 2 Januari 2026, seorang nelayan menemukan mayat yang diduga merupakan seorang penerjun payung yang hilang di perairan laut Pangandaran. Korban ditemukan dalam kondisi tertelungkup dan mengapung di permukaan air sekitar pukul 6.48. Kejadian ini menjadi perhatian masyarakat setempat dan instansi terkait.
Sebelumnya, dua atlet terjun payung dilaporkan mengalami kecelakaan saat menjalani latihan persiapan babak kualifikasi (BK) Porprov Jawa Barat di Bandara Nusawiru, Kabupaten Pangandaran. Kecelakaan tersebut terjadi pada Selasa, 30 Desember 2025. Akibat kejadian itu, satu atlet meninggal dunia dan satu orang lainnya hilang dan sedang dalam pencarian setelah terjun ke laut.
Direktur Polairud Polda Jabar, Koisaris Besar Edward Indarmawan Eka Chandra, menyampaikan bahwa tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban kecelakaan terjun payung dalam kondisi meninggal dunia. Tim SAR yang terdiri dari Direktorat Polairud, Polres Pangandaran, TNI, Basarnas, SAR Barakuda, serta unsur masyarakat telah bekerja keras selama empat hari untuk mencari korban.
Edward menjelaskan, berdasarkan perkiraan mereka, posisi korban menjauh dari tempat kejadian karena kondisi gelombang tinggi dan pasang surut laut. Tubuh korban ditemukan dalam kondisi masih utuh dan pakaian masih melekat.
Proses Pencarian dan Koordinasi yang Diperlukan
Kepala Divisi Polairud ini menekankan pentingnya koordinasi dalam kegiatan seperti terjun payung. Ia berharap, di masa depan, apabila terjadi kejadian serupa, akan ada koordinasi yang lebih baik antara penyelenggara kegiatan dan tim SAR.
”Setidaknya pada pelaksanaan terjun payung, Tim SAR sudah standby di lokasi kegiatan,” ujarnya.
Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi penyelenggara kegiatan olahraga yang melibatkan risiko tinggi. Pentingnya kesadaran akan keselamatan dan persiapan darurat sangat diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang.
Langkah-Langkah yang Dilakukan oleh Tim SAR
Berikut adalah beberapa langkah yang dilakukan oleh tim SAR dalam proses pencarian:
- Tim SAR Gabungan terdiri dari berbagai instansi seperti Direktorat Polairud, Polres Pangandaran, TNI, Basarnas, dan SAR Barakuda.
- Proses pencarian dilakukan selama empat hari dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan ombak laut.
- Tim SAR menggunakan alat bantu seperti perahu dan peralatan penyelam untuk memperluas area pencarian.
- Masyarakat setempat juga turut serta dalam upaya pencarian korban.
Komentar dari Instansi Terkait
Edward Indarmawan Eka Chandra menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Ia berharap, ke depannya, pihak penyelenggara kegiatan dapat bekerja sama dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan peserta.
”Dengan adanya koordinasi yang baik, kita bisa meminimalkan risiko dan memberikan perlindungan yang maksimal kepada para peserta,” tambahnya.
Kesimpulan
Penemuan mayat penerjun payung yang hilang di perairan Pangandaran menjadi perhatian serius bagi instansi terkait. Proses pencarian yang dilakukan oleh tim SAR Gabungan menunjukkan komitmen dalam mencari korban dan memberikan kepastian bagi keluarga. Dengan adanya koordinasi yang lebih baik, diharapkan kejadian serupa tidak terulang lagi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar