Tim Unand Kembangkan Alat Pengering Ikan Surya, Nelayan Berbahagia

Inovasi Teknologi untuk Meningkatkan Kualitas Ikan Kering di Nagari Ulukan Tapakis


Di Nagari Ulukan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, sebagian besar penduduk menggantungkan hidupnya pada sektor perikanan dan usaha kelautan. Ekonomi masyarakat setempat sangat bergantung pada hasil tangkapan ikan yang diolah secara tradisional untuk menunjang kesejahteraan keluarga. Namun, proses pengolahan ini sering menghadapi berbagai kendala yang memengaruhi kualitas produk akhir.

Salah satu tantangan utama adalah proses pengeringan ikan yang dilakukan dengan cahaya matahari langsung di lingkungan terbuka. Proses ini rentan terhadap kontaminasi dari serangga, burung, maupun hewan lain seperti ayam, anjing, atau kucing. Akibatnya, ikan kering yang dihasilkan bisa kurang higienis dan berpotensi menyebabkan penyakit. Selain itu, produksi ikan secara tradisional sangat bergantung pada cuaca, sehingga ketika musim hujan tiba, nelayan sering mengalami kerugian karena ikan tidak dapat dikeringkan dengan optimal.

Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan inovasi teknologi yang mampu meningkatkan kualitas pengolahan dan produksi ikan kering. Salah satu solusi yang muncul adalah alat pengering ikan tenaga surya yang dikembangkan oleh Dr. Ir. Oknovia Susanti, S.T., M.T., seorang dosen di Departemen Teknik Mesin Universitas Andalas (Unand) bersama timnya. Alat ini dirancang untuk menghindari kontaminasi debu, serangga, dan kotoran lainnya selama proses pengeringan.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan menghadirkan inovasi teknologi tepat guna bagi masyarakat pesisir," kata Oknovia dalam paparannya. Alat pengering ikan tenaga surya ini dilengkapi dengan sistem pengatur suhu otomatis dan sirkulasi udara tertutup. Hal ini memungkinkan proses pengeringan berlangsung lebih higienis, efisien, dan tidak bergantung pada kondisi cuaca.

Alat ini bekerja dengan menggunakan blower dan konveksi temperatur dari kolektor surya ke kamar pengering. Kolektor surya juga memiliki kemampuan untuk menyimpan panas saat temperatur rendah. Panas yang tersimpan dapat terus mengalir karena adanya PCM (Phase Change Material) di kolektor surya. Bahan ini mampu menyerap dan menyimpan panas dalam jumlah besar ketika mengalami perubahan fase, seperti dari padat ke cair.

Penggunaan PCM membantu meningkatkan kapasitas penyimpanan energi panas, sehingga panas dapat dilepaskan kembali saat dibutuhkan, misalnya setelah matahari terbenam. Dengan demikian, alat ini tetap berfungsi meskipun tidak ada sinar matahari.

Pada kesempatan tersebut, tim pengabdian melakukan uji coba alat di lapangan bersama para nelayan. Nelayan juga diberikan pelatihan mengenai cara pengoperasian, perawatan, dan pengaturan suhu alat agar hasil pengeringan ikan menjadi lebih merata, higienis, dan berkualitas tinggi.

Oknovia Susanti menjelaskan bahwa pengembangan alat ini diharapkan dapat menjadi solusi atas kendala utama yang dihadapi masyarakat pesisir. "Dengan alat pengering tenaga surya ini, ikan kering yang dihasilkan lebih higienis, tahan lama, produktivitas terjaga, dan produksi ikan kering lebih stabil. Selain itu, alat ini ramah lingkungan karena menggunakan energi surya sebagai sumber panas utama," jelasnya.

Kelompok Nelayan Semoga Jaya menyambut positif inovasi ini. Mereka berharap alat pengering tersebut dapat membantu meningkatkan hasil produksi sekaligus memperluas pemasaran ikan kering khas daerah mereka ke wilayah lain di Sumatera Barat maupun luar provinsi.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi Universitas Andalas dalam mendukung pengembangan teknologi tepat guna bagi masyarakat, khususnya di sektor perikanan dan kelautan, demi meningkatkan kesejahteraan nelayan di daerah pesisir. "Ke depannya alat teknologi canggih ini juga akan didaftarkan dalam Hak Atas Kekayaan Intelektual sehingga memiliki legalitas penciptaan sebuah karya teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat khususnya para nelayan di seluruh nusantara," pungkas Oknovia.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan