Tindakan Berbahaya vs Kondisi Berbahaya dalam Kebakaran Jakarta


Sebagai penulis yang pernah bekerja di bidang SDM dan memiliki 7 Rekor MURI sebagai pemegang gelar akademik serta sertifikasi pendidikan terbanyak di Indonesia, saya ingin menyampaikan pandangan tentang kejadian kebakaran gedung kantor Terra Drone Indonesia di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada tanggal 9 Desember lalu. Kebakaran ini menewaskan 22 orang pekerja, terdiri dari 15 perempuan dan 7 pria, serta 19 orang selamat.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kebakaran terjadi setelah dugaan meledaknya sebuah baterai drone yang sedang diisi daya di lantai 1. Kejadian ini mengakibatkan para pekerja terkurung dan tidak dapat menyelamatkan diri melalui pintu bawah. Akibatnya, mereka terjebak dalam asap yang menyebabkan asfiksia.

Pada saat insiden terjadi, sumber api coba dipadamkan dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), namun gagal. Banyaknya baterai di lantai 1 memperparah penyebaran api, sehingga APAR standar seperti bubuk atau CO2 tidak mampu menghentikan timbulnya thermal runaway. Thermal runaway adalah reaksi berantai yang terjadi ketika suhu dalam satu sel baterai meningkat, sehingga memicu sel-sel sekitarnya untuk melepaskan lebih banyak panas dan gas yang mudah terbakar, hingga akhirnya menyebabkan ledakan api.

Penyebab Thermal Runaway

Thermal runaway bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Overcharging: Pengisian daya yang berlebihan dapat merusak struktur internal baterai dan meningkatkan suhu.
  • Short circuit: Korsleting yang melampaui kapasitas maksimal baterai.
  • Kerusakan fisik: Baterai yang terjatuh, terbentur, atau tertusuk benda tajam dapat menyebabkan korsleting internal.
  • Kualitas baterai rendah: Baterai yang tidak berkualitas atau sudah rusak dapat memicu korsleting.

Api yang dihasilkan dari baterai lithium berbeda dengan api biasa karena didorong oleh energi kimia internal dan sering kali menyala kembali (re-ignition) karena sulitnya menurunkan panas. Selain itu, kebakaran dari jenis baterai ini juga melepaskan gas beracun seperti karbon monoksida (CO) dan hydrogen fluoride.

Pentingnya Maintenance Baterai

Maintenance baterai harus dilakukan secara seksama. Beberapa langkah penting meliputi:

  • Menggunakan charger resmi atau bersertifikasi.
  • Menghindari overcharging dan mencabut saklar pemasok daya setelah penuh.
  • Tidak membiarkan pengisian daya tanpa pengawasan.

Selain itu, baterai drone biasanya disimpan dalam wadah tahan api atau fireproof cabinets, serta dilakukan zonasi dan pemisahan rak. Kontrol suhu, kelembaban, dan sirkulasi udara juga sangat penting.

Investigasi dan Keselamatan Kerja

Untuk memastikan penyebab pasti tragedi ini, diperlukan investigasi lebih lanjut oleh pihak berwenang. Secara teori, kecelakaan kerja dan kebakaran umumnya disebabkan oleh dua situasi: unsafe action (tindakan tidak aman) dan unsafe condition (kondisi tidak aman).

  • Unsafe action berkaitan dengan perilaku manusia, seperti tindakan ceroboh atau tidak mematuhi SOP.
  • Unsafe condition berkaitan dengan kondisi fisik atau lingkungan kerja yang berpotensi menyebabkan insiden.

Deteksi Dini dan Pencegahan

Kebakaran merupakan fenomena yang sering terjadi dalam dunia industri. Untuk menghadapi potensi bahaya ini, diperlukan deteksi dini dan upaya preventif serta kuratif. Kebakaran dapat menyebabkan kerugian material, pemutusan hubungan kerja, hingga kehilangan nyawa manusia.

Beberapa langkah pencegahan meliputi:

  • Identifikasi risiko dan kolaborasi antar pemangku kepentingan.
  • Inspeksi berkala dengan analisis risiko dan bahaya.
  • Eliminasi hal-hal berbahaya atau substitusi terhadap potensi bahaya.
  • Pengendalian teknik dan administrasi, seperti pembuatan SOP pencegahan kebakaran dan pelatihan pemadaman api serta evakuasi.

Metode seperti HAZOP (Hazard and Operability Study) dan FMEA (Failure Mode and Effects Analysis) dapat digunakan untuk menilai risiko kebakaran.

Sistem Proteksi Kebakaran

Penyediaan sistem proteksi kebakaran seperti detektor asap, sprinkler, dinding atau pintu tahan api, serta pengecekan peralatan mekanis dan elektrik dengan maintenance preventif, dapat memberikan peringatan dini dan mencegah potensi bahaya kebakaran.

Kesimpulan

Langkah preventif pencegahan potensi bahaya kebakaran akan selalu lebih baik dan bermanfaat daripada tindakan kuratif. Dengan kesadaran dan komitmen dari semua pihak, kejadian serupa dapat diminimalisir dan keselamatan kerja dapat ditingkatkan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan