TKP Longsor Cisempur Jatinangor Sumedang dengan 4 Korban Tewas Dibuatkan Police Line

TKP Longsor Cisempur Jatinangor Sumedang dengan 4 Korban Tewas Dibuatkan Police Line

Proyek Lapangan Mini Soccer Longsor, Empat Pekerja Tewas

Sebuah proyek pembangunan lapangan mini soccer di Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, mengalami longsoran yang menimbulkan korban jiwa. Kejadian ini terjadi pada Jumat (2/1/2026) dan menyebabkan empat orang pekerja tewas tertimbun material tanah dan batu. Saat ini, lokasi proyek tersebut telah dipasangi garis polisi dan aktivitas konstruksi terhenti sementara.

Pantauan dari atas titik longsoran menunjukkan bahwa wilayah tersebut kini terbuka dan jelas. Area proyek berada di atas perbukitan di kaki Gunung Geulis. Dari posisi tertinggi, tampak hamparan tanah merah yang cukup luas, yang sebelumnya direncanakan sebagai lapangan minisoccer. Di bagian mahkota longsoran, terlihat banyak batu berserakan yang diduga berasal dari tembok penahan tanah (TPT) yang ambrol bersamaan dengan runtuhnya tebing.

Bekas runtuhan masih terlihat jelas, menandai titik awal kejadian yang menelan korban jiwa. Dari lokasi yang tinggi, pandangan ke arah selatan memperlihatkan deretan kawasan industri di sekitar Rancaekek. Sementara jika menoleh ke arah barat, tampak pemukiman warga di wilayah Gedebage, Kota Bandung, termasuk Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), meski terlihat sangat kecil dari kejauhan.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sumedang masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab ambrolnya tebing di lokasi proyek tersebut. Proses penyelidikan terus berjalan dengan melibatkan sejumlah saksi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sudah ada sembilan orang saksi yang diperiksa oleh penyidik. Mereka di antaranya merupakan mandor proyek hingga pemilik lapangan minisoccer yang berlokasi di perbukitan tersebut.

Longsoran tebing di area proyek minisoccer Cisempur menimbun enam orang pekerja pada Jumat (2/1/2026). Dua orang berhasil diselamatkan, sementara empat lainnya meninggal dunia. Pemerintah Kabupaten Sumedang telah memastikan proyek tersebut ditutup karena tidak mengantongi izin resmi.

Lokasi Proyek dan Pengaruh Lingkungan Sekitar

Lokasi proyek berada di kaki Gunung Geulis, yang merupakan daerah dataran tinggi dengan potensi risiko longsoran. Wilayah ini memiliki karakteristik geografis yang rentan terhadap perubahan iklim dan aktivitas manusia. Pembangunan lapangan mini soccer di area ini dianggap sebagai upaya pengembangan ekonomi lokal, tetapi juga membawa risiko jika tidak dilakukan dengan tepat.

Di sekitar lokasi proyek, terdapat beberapa kawasan industri dan pemukiman penduduk. Hal ini menjadikan kejadian longsoran sebagai ancaman serius bagi masyarakat sekitar. Pemilik proyek harus memastikan bahwa semua prosedur keselamatan dan regulasi lingkungan diikuti secara ketat agar tidak terulang lagi kejadian serupa.

Penyelidikan dan Langkah Selanjutnya

Penyidik dari Satreskrim Polres Sumedang sedang mendalami penyebab utama longsoran. Investigasi melibatkan pemeriksaan saksi-saksi, analisis data teknis, dan pemeriksaan kondisi fisik lokasi. Hasil penyelidikan akan menjadi dasar dalam mengambil tindakan lebih lanjut, baik itu terkait tanggung jawab hukum maupun langkah pencegahan di masa depan.

Selain itu, pihak berwenang juga akan mengevaluasi kebijakan izin pembangunan di daerah-daerah yang memiliki risiko bencana alam. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa proyek-proyek yang dibangun di wilayah rawan tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga mempertimbangkan aspek keselamatan dan lingkungan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan