TNI AD Siagakan 10 Batalyon Jaga Malam Tahun Baru 2026

TNI AD Siagakan 10 Batalyon Jaga Malam Tahun Baru 2026

Persiapan Pengamanan Malam Tahun Baru 2026

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) telah menyiapkan sekitar 10 satuan setingkat batalyon untuk mendukung pengamanan malam pergantian tahun 2026. Kesiapan ini dilakukan melalui kerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), yang bertujuan untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama perayaan.

Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Letnan Jenderal (Letjen) TNI Muhammad Saleh Mustafa, menjelaskan bahwa kesiapan pasukan telah diuji melalui gelar kesiapan yang digelar hari ini. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah siap dalam jumlah yang cukup besar.

"Kami tentunya bekerja sama dengan kepolisian. Kita sudah siapkan kurang lebih 10 satuan setingkat batalyon," ujarnya kepada wartawan di Dermaga Satuan Angkatan Air Pusbekangad Tanjung Priok Jakarta Utara, Rabu (31/12/2025).

Saleh juga menyebutkan bahwa gelar kesiapan tersebut dipimpin langsung oleh Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) dan hasilnya telah dilaporkan kepada pimpinan TNI AD. "Tadi pagi, sudah dilaksanakan gelar kesiapan oleh Bapak Pangdam dan sudah dilaporkan ke saya, pada prinsipnya kami siap," tambahnya.

Selain itu, Wakasad mengapresiasi sikap masyarakat yang memilih merayakan malam pergantian tahun secara sederhana, terutama di tengah situasi kebencanaan yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Langkah tersebut mencerminkan empati sosial sekaligus membantu menjaga kondusivitas dan keamanan selama perayaan.

"Saya menyambut positif sikap yang diambil oleh masyarakat yang tidak terkena bencana ya, untuk merayakan malam tahun baru ini dengan sesederhana mungkin," ujarnya.

Perayaan Tanpa Kembang Api

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan bahwa kembang api akan ditiadakan pada malam pergantian Tahun Baru 2026. Namun, warga tetap dapat menikmati video mapping serta atraksi drone sebagai alternatif hiburan.

Keputusan ini diambil sebagai bentuk empati terhadap musibah bencana yang terjadi di sejumlah daerah, khususnya di Sumatra. "Karena tidak ada kembang api, maka yang ada adalah video mapping yang dilakukan oleh drone yang tentunya tentang Sumatra, perhatian kami terhadap Sumatra," ucapnya.

TNI AD Mengirim Jembatan Bailey ke Aceh

Dalam rangka mendukung pemulihan pasca-bencana, TNI AD juga mengirimkan jembatan Bailey ke Aceh. Jembatan ini ditujukan untuk membantu akses transportasi di wilayah yang terdampak bencana. Target dari proyek ini adalah sebanyak 42 unit jembatan yang harus rampung dalam satu bulan.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan