Tim Trauma Healing TNI AL Bantu Warga Bireuen Pascabencana
Tim Trauma Healing Dinas Psikologi Angkatan Laut (Dispsial), TNI AL melakukan kegiatan pemulihan psikologis bagi warga, khususnya anak-anak dan orang tua, di Kabupaten Bireuen, Aceh. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (31/12/2025) di Posko Kebencanaan Balai Masyarakat Gampong Pantee Lhong. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu masyarakat bangkit secara mental setelah mengalami dampak bencana yang menimpa wilayah tersebut.
Fokus Pada Pemulihan Kondisi Psikologis
Pelaksanaan trauma healing menjadi bagian dari komitmen TNI AL dalam mendukung pemulihan masyarakat, tidak hanya secara fisik tetapi juga psikologis. Selain Tim Trauma Healing Dispsial, TNI AL turut melibatkan unsur Kodaeral I, Koarmada I, Yonkes Marinir, Yon 8 Marinir, Puskesal, serta Lanal Lhokseumawe (LSE).
Setibanya di lokasi, tim langsung berinteraksi dengan warga, terutama anak-anak dan para orang tua, untuk memberikan pendampingan psikologis. Pendekatan humanis dilakukan agar masyarakat merasa aman, diperhatikan, dan tidak sendirian menghadapi dampak bencana.

Fun Games Jadi Cara Bangkitkan Semangat Anak-Anak
Rangkaian kegiatan dimulai dengan fun games dan ice breaking yang diikuti oleh anak-anak di posko pengungsian. Aktivitas ini dirancang sebagai bentuk self healing agar anak-anak dapat kembali ceria, beradaptasi dengan lingkungan, serta mengurangi trauma akibat pengalaman bencana.
Melalui permainan dan interaksi positif, anak-anak diajak mengekspresikan emosi mereka dengan cara yang menyenangkan. Suasana ceria pun perlahan tercipta di tengah keterbatasan yang ada di lokasi pengungsian.

Terapi Butterfly Hug Hingga SEFT untuk Orang Tua
Tidak hanya anak-anak, tim trauma healing juga memberikan terapi psikologis kepada para orang tua. Beberapa teknik yang digunakan antara lain Butterfly Hug dan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT).
Butterfly Hug dilakukan dengan menyilangkan kedua tangan di dada sambil mengatur napas perlahan selama 30–60 detik, disertai afirmasi positif untuk menenangkan pikiran dan tubuh. Sementara SEFT mengombinasikan ketukan pada titik-titik meridian tubuh dengan afirmasi spiritual guna membantu mengatasi stres dan kecemasan.
Kegiatan ditutup dengan pemutaran musik serta hiburan bersama anak-anak. Momen kebersamaan ini dimanfaatkan untuk mengalihkan perhatian dari pengalaman traumatis, menumbuhkan kembali rasa aman, serta memupuk harapan baru.

Harapan TNI AL untuk Proses Pemulihan yang Lebih Cepat
Melalui kegiatan ini, TNI AL berharap proses pemulihan psikologis masyarakat terdampak bencana dapat berjalan lebih cepat. Upaya tersebut juga menjadi wujud pelaksanaan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali dalam menghadirkan negara di tengah masyarakat yang membutuhkan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar