TNI AL Tangkap Ponton Tambang Ilegal di Pantai Asmara yang Ancam Kabel Bawah Laut

TNI AL Tangkap Ponton Tambang Ilegal di Pantai Asmara yang Ancam Kabel Bawah Laut

Kapal Patroli TNI AL Bergerak ke Pantai Asmara untuk Pengamanan Kabel Bawah Laut PLN

Kapal patroli TNI Angkatan Laut bergerak dari Pelabuhan Mentok menuju Pantai Asmara, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pergerakan kapal ini terjadi pada Rabu (10/12), meskipun kondisi cuaca tidak menentu dengan hembusan angin kencang dan gelombang laut yang cukup tinggi.

Tujuan utama dari pergerakan tersebut adalah menuju deretan ponton isap atau alat penambangan timah di laut yang berada di sekitar kawasan Pantai Asmara. Meski tampak tidak beroperasi, sedikitnya lima ponton ditarik ke Pos TNI AL Mentok. Penarikan dilakukan setelah petugas tidak menemukan siapa pun di lokasi tersebut.

Upaya Pengamanan Objek Vital Nasional

Komandan Pos TNI AL (Danposal) Mentok, Lettu Laut (T) Sulaiman, menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh TNI AL adalah patroli, imbauan, dan pengamanan di sekitar area kabel bawah laut milik PT PLN. Kawasan tersebut memiliki status objek vital nasional (Obvitnas).

Menurut Sulaiman, sebelum tindakan pengamanan dilakukan, TNI AL telah memberikan imbauan kepada pemilik ponton yang berada di sekitar jalur kabel bawah laut. Namun, beberapa ponton tetap berada di area terlarang tersebut sehingga diperlukan langkah tegas.

“Teknisnya, kami sudah melaksanakan imbauan. Namun masih ada beberapa ponton yang berada di sekitar jalur kabel bawah laut. Karena itu kami melaksanakan pengamanan berupa imbauan langsung. Jika tidak ada orang di ponton, kami tarik ke Pos TNI AL Mentok,” ujar Sulaiman.

Ia menegaskan bahwa penarikan dilakukan untuk menghindari risiko lebih besar, terlebih karena kondisi cuaca yang tidak menentu. Ponton diamankan sementara waktu hingga pemiliknya datang untuk diberikan peringatan.

Pentingnya Kabel Bawah Laut bagi Pasokan Listrik

Sulaiman menekankan bahwa kabel bawah laut PLN merupakan objek vital nasional yang harus dijaga dari potensi gangguan. Kerusakan pada objek tersebut dapat menimbulkan dampak besar bagi pasokan listrik dan merugikan masyarakat Bangka Barat.

“Atas perintah Komandan Lanal, kami laksanakan pengamanan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dan kerugian masyarakat,” katanya.

Dari kegiatan tersebut, lima unit ponton telah diamankan di Pos TNI AL Mentok. Pihaknya berharap pemilik ponton segera datang untuk mendapatkan penjelasan dan sosialisasi terkait jalur kabel bawah laut tersebut.

Tanggung Jawab TNI dalam Pengamanan Objek Vital

Sulaiman juga menegaskan bahwa tugas pokok TNI selain operasi militer selain perang (OMSP) juga termasuk penanggulangan bencana dan pengamanan objek vital nasional. Hal ini dilakukan agar objek-objek penting berjalan normal tanpa gangguan.

Sejak 2022, PT PLN (Persero) berhasil mengoperasikan kabel bawah laut line ketiga (sirkit III) jaringan interkoneksi Sumatra–Bangka. Interkoneksi bertegangan 150 kiloVolt (kV) ini semakin memperkuat keandalan pasokan listrik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pantai Asmara sendiri merupakan titik landing koneksi kabel bawah laut tersebut. Di dalamnya tertanam kabel bawah laut milik PLN yang berstatus objek vital nasional. Kerusakan pada instalasi tersebut tidak hanya mengganggu pasokan listrik, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat dan industri di Bangka Barat.

Keberlanjutan dan Kesadaran Bersama

Manager Perizinan dan Komunikasi PLN UIP Sumbagsel, Marudut Simarmata, mengatakan jalur kabel laut Sumatra–Bangka sangat vital dan prioritas untuk dijaga keandalannya.

“Karena transfer daya listrik Bangka itu kalau kenapa-kenapa kabel laut ini bisa blackout atau bisa padam Pulau Bangka,” ujar Marudut Simarmata.

Marudut Simarmata menjelaskan bahwa aktivitas ponton isap mengancam kabel laut karena bisa memberikan dampak berupa pergeseran kabel atau yang paling parah kabel putus.

“Kalau disedot, ada arus laut disedot, lama-lama kabelnya bergerak, bergeser, dan bisa putus secara ekstrem,” bebernya.

Mengantisipasi hal tersebut, PLN UIP Sumbagsel intens melakukan patroli bersama TNI AL Palembang, TNI AL Bangka hingga PAM Obvit di Sumatera Selatan. Salah satu tindak lanjut patroli TNI AL oleh Lanal Bangka di Mentok sesuai dengan informasi yang diterima, memang di sana beberapa hari terakhir ini banyak aktivitas masyarakat terkait aktivitas ponton di koridor kabel laut.

Marudut Simarmata juga berharap pemerintah dan masyarakat bersama-sama menjaga objek vital tersebut.

“Kami dari PLN Unit Sumbagsel selama ini didukung penuh pemerintah daerah dan masyarakat. Instalasi kelistrikan ini milik kita bersama, sehingga harapannya masyarakat Bangka, khususnya di Muntok, bisa sama-sama membantu PLN untuk saling mengawasi. Ini instalasi milik bersama. Ketika nanti ada sesuatu terjadi tentu yang berdampak kerugian itu selain PLN juga masyarakat. Mari bersama-sama PLN dan masyarakat dukung PLN untuk menjaga instalasi kita ini,” ungkapnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan