TNI Turunkan 33.860 Personel dan 79 Alutsista Tangani Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

TNI Turunkan 33.860 Personel dan 79 Alutsista Tangani Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Upaya Penanggulangan Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

TNI terus memperkuat upaya penanggulangan bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Seluruh unsur darat, laut, dan udara dimobilisasi secara maksimal untuk mempercepat distribusi bantuan serta membuka akses ke wilayah terdampak.

Dalam keterangan pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (12/12/2025), Wakil Kepala Pusat Penerangan (Wakapuspen) TNI Brigjen TNI Osmar Silalahi menyampaikan pernyataan tersebut. Ia didampingi oleh Kadispenal Laksma TNI Tunggul, Sekretaris Dispenad Kolonel Inf Heri Bambang Wahyudi, dan Kasubdisdokprod Dispenau Kolonel Sus Filfadri. Mereka memaparkan rangkaian perkembangan terbaru di lapangan.

Menurut Wakapuspen, skala kebutuhan penanganan di tiga provinsi terdampak menuntut pengerahan kekuatan TNI secara lebih besar dan terkoordinasi.

33.860 Personel dan 79 Alutsista Dikerahkan

Brigjen TNI Osmar Silalahi menjelaskan bahwa hingga hari ini, TNI telah mengerahkan 33.860 personel untuk membantu percepatan penanggulangan bencana. Kekuatan tersebut didukung oleh 79 alutsista, mulai dari pesawat fixed wing, helikopter, kapal perang (KRI), hingga kapal ADRI untuk mobilisasi logistik dan pasukan.

Bantuan kebutuhan dasar untuk masyarakat juga terus disalurkan. Total sebanyak 2.230,5 ton logistik telah dikirim menggunakan berbagai moda transportasipesawat, kapal laut, kendaraan darat, speedboat, sepeda motor, hingga distribusi langsung oleh prajurit di lokasi.

Pada hari ini, dua pesawat dari Lanud Halim Perdanakusuma diberangkatkan menuju Banda Aceh, ditambah satu pesawat Hercules yang diterbangkan ke Lanud Suwondo, Medan.

Nakes TNI AD Dikerahkan, Termasuk Dokter Spesialis

Wakapuspen TNI turut menjelaskan pengiriman perlengkapan tambahan dari Halim, mulai dari forklift, mobil water treatment, hingga tenaga kesehatan TNI AD. Sudah sampai di Aceh Tamiang sebanyak 24 orang dengan komposisi 6 orang dokter spesialis, 6 orang perawat, 4 orang dokter umum, serta 8 orang bintara maupun tamtama evakuasi. Nantinya nakes ini akan menjadi satgas mobil kesehatan di wilayah Provinsi Aceh, ujarnya.

Akses Wilayah Terisolir Dibuka dengan Helikopter dan Pesawat Cassa

TNI memastikan distribusi bantuan tetap menjangkau daerah sulit. Pesawat Cassa dan berbagai jenis helikopter terus dioperasikan untuk membawa logistik ke wilayah yang terisolir akibat kerusakan infrastruktur. Kami mencoba untuk setiap masyarakat yang terdampak bencana ini, kita bisa menyuplai ataupun memberikan dukungan logistik sehingga mereka merasakan bahwasannya negara hadir untuk membantu mereka secara maksimal, tegas Wakapuspen TNI.

Pembangunan Jembatan Bailey dan Aramco Dikebut

Dalam sektor infrastruktur, TNI mempercepat pembangunan jembatan sementara untuk membuka jalur yang terputus. Hingga hari ini terdapat 32 titik pembangunan jembatan Bailey, dengan satu jembatan Bailey Anggoli telah rampung 100 persen. Sementara itu, 14 jembatan Aramco telah dikirim melalui Kapal ADRI LIII dari Tanjung Priok dan dijadwalkan tiba pada Minggu mendatang.

12 Unit Mobil Penjernih Air Dikoperasikan

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, TNI menambah dua unit mobil penjernih air (RO), sehingga total berjumlah 12 unit yang kini beroperasi di wilayah terdampak. Peralatan ini menjadi kebutuhan mendesak mengingat masih banyak kawasan yang mengalami krisis air layak konsumsi.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan