Tongkang Tabrak Rumah Warga, Dapur Hancur dan ABK Diperiksa


SAMARINDA, nurulamin.pro
- Sebuah rumah warga di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur, tertabrak oleh tongkang pengangkut batu bara pada Minggu (4/1/2025) dini hari, sekitar pukul 01.17 Wita.

Akibat kejadian tersebut, bagian dapur rumah rusak parah dan sejumlah peralatan rumah tangga jatuh ke sungai. Pemilik rumah, Ribut Waluyo (57), mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi saat dirinya bersama keluarga sedang tertidur lelap. Saat itu, rumahnya dihuni lima orang.

“Kejadiannya sekitar jam 01.17 Wita. Kami lagi tidur semua, tahu-tahu dengar suara kapal dan langsung ramai. Anak-anak langsung saya suruh keluar,” ujar Ribut saat ditemui di lokasi kejadian, Minggu.

Ribut mengatakan, tongkang tersebut larut saat proses penambatan sebelum akhirnya menabrak bagian dapur rumahnya yang berada di sisi sungai. Benturan keras membuat dapur hancur dan seluruh isinya jatuh ke air.

“Semua isi dapur habis. Mesin cuci, kompor, peralatan dapur, piring, tabung gas, semuanya jatuh ke sungai,” katanya.

Ketua RT 17 Loa Janan Ilir, Setya Budi (56), mengatakan bahwa peristiwa tersebut juga disaksikan oleh warga sekitar. Menurut dia, teriakan dari awak kapal membangunkan warga sebelum tabrakan terjadi.

“Kronologinya sekitar jam 01.15 itu awak kapal teriak-teriak. Tidak lama kemudian tongkang langsung nyerempet dan menabrak rumah warga. Kejadiannya cepat karena ukuran tongkang besar,” ujar Setya.

Dia menyebut, selain rumah warga, terdapat dugaan kerusakan pada keramba ikan nila milik warga di sekitar lokasi. Namun, jumlah pasti keramba yang terdampak masih akan dicek lebih lanjut.

“Kalau keramba sepertinya ada yang kena, tapi baru bisa dipastikan besok saat dicek. Harapan kami, kerugian warga bisa segera diganti dan rumah diperbaiki,” katanya.

Sementara itu, Pamapta 1 Polresta Samarinda, Ipda Rifqhi Sactio, membenarkan adanya insiden tongkang yang menabrak rumah warga dan kaki Jembatan Mahakam Ulu pada Minggu dini hari tersebut.

“Dini hari tadi kami menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul setengah dua pagi. Ada dua ponton yang terlibat kejadian ini,” kata Rifqhi.

Seluruh ABK Diamankan dan Diperiksa
Adapun kapal yang terlibat yakni Ponton Danny 95 yang ditarik Tug Boat Raja Laksana 166 serta Ponton Roby 311 yang ditarik Tug Boat Bloro. Salah satu ponton dilaporkan putus saat penambatan dan kemudian hanyut hingga menabrak rumah warga.

“Berdasarkan pengamatan awal, kedua ponton tersebut sedang membawa muatan,” ujarnya.

Rifqhi menyebut, seluruh anak buah kapal (ABK) dari kapal yang terlibat telah diamankan dan saat ini tengah dimintai keterangan oleh Unit Gakkum Polairud Polresta Samarinda.

“Untuk kerusakan rumah warga, khususnya bagian dapur, akan dilakukan pengecekan lebih lanjut. Proses penyelidikan masih berjalan,” pungkasnya.

Fakta-Fakta Terkait Insiden Tongkang

Berikut adalah beberapa fakta penting yang diketahui terkait kejadian tersebut:
Waktu kejadian: Peristiwa terjadi pada pukul 01.17 Wita, dini hari Minggu (4/1/2025).
Lokasi kejadian: Rumah warga di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda.
Penyebab kejadian: Tongkang yang sedang dalam proses penambatan terlepas dan menabrak rumah warga.
Jumlah korban: Lima orang tinggal di rumah tersebut, namun tidak ada laporan korban jiwa.
Peran warga*: Beberapa warga melihat kejadian dan memberi peringatan sebelum tabrakan terjadi.

Kerusakan yang Ditimbulkan

Insiden ini menyebabkan kerusakan signifikan pada rumah warga, terutama bagian dapur. Berikut beberapa barang yang rusak atau hilang:
Mesin cuci
Kompor
Peralatan dapur
Piring
Tabung gas*

Selain itu, ada dugaan kerusakan pada keramba ikan nila yang berada di sekitar lokasi. Namun, jumlah pasti keramba yang rusak belum dapat diketahui secara pasti.

Penanganan Oleh Pihak Berwajib

Pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah berikut:
Mengamankan seluruh anak buah kapal (ABK) dari kapal yang terlibat.
Meminta keterangan dari ABK oleh Unit Gakkum Polairud Polresta Samarinda.
Melakukan pengecekan lebih lanjut terhadap kerusakan rumah warga.
Menyelidiki penyebab kejadian untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

Harapan Masyarakat

Masyarakat sekitar berharap agar kerugian yang dialami oleh warga dapat segera diganti dan rumah yang rusak dapat diperbaiki. Selain itu, mereka juga berharap agar pihak terkait dapat memberikan penjelasan lengkap tentang penyebab kejadian dan langkah-langkah pencegahan yang akan diambil.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan