
TPS3R Griya Resik: Mengubah Sampah Menjadi Peluang Ekonomi
Di tengah kebiasaan masyarakat yang menganggap sampah sebagai sesuatu yang menjijikkan dan harus dihindari, ada satu tempat pengolahan sampah yang justru melihatnya sebagai peluang. TPS3R Griya Resik di Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), menjadi contoh nyata bagaimana sampah bisa diubah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis dan bermanfaat bagi lingkungan.
TPS3R ini berada di Perumahan Griya Serpong, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, dan hanya berjarak sekitar 500 meter dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang. Di lokasi ini, sampah yang masuk tidak langsung diolah, tetapi dipilah terlebih dahulu antara sampah organik dan non organik.
Pengelolaan Sampah Organik yang Menghasilkan Nilai Ekonomis
Untuk sampah organik seperti sisa makanan, sayuran, buah-buahan, dan kotoran hewan, ditempatkan dalam tumpukan untuk kemudian diolah menjadi produk-produk bernilai ekonomis. Beberapa hasil olahan yang diperoleh antara lain pupuk kompos, pupuk cair, serta fermentasi anaerobik menjadi biogas (metana). Biogas ini dapat digunakan untuk memasak air kopi, teh, atau merebus mie instan.
Produk-produk ini tidak hanya berguna bagi lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar. Bahkan, beberapa produk seperti pupuk kompos telah menarik perhatian petani dari luar Pulau Jawa, yang menjadi pelanggan tetap.
Pengelolaan Sampah Non Organik dengan Pendekatan Berbeda
Sementara itu, sampah non organik seperti kardus, besi bekas, dan botol minuman yang memiliki nilai ekonomis ditimbang dan dijual. Namun, untuk sampah non organik yang tidak memiliki nilai ekonomis seperti kantung plastik atau bekas sachet sampo, mereka ditimbang dan dikirim ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
Sejarah dan Peran TPS3R Griya Resik
TPS3R Griya Resik berdiri sejak tahun 2011 dan merupakan TPS3R pertama di Kota Tangsel. Dalam operasinya, TPS3R ini hanya mengumpulkan sampah milik warga yang tinggal di dalam perumahan. Saat ini, total warga yang tercatat mencapai 330 kepala keluarga.
Salah satu pengurus TPS3R Griya Resik, Wisman Syah, menjelaskan bahwa berdirinya tempat ini awalnya bermula dari keresahan masyarakat terhadap penumpukan sampah di wilayahnya. "Alhamdulillah sejak berdirinya TPS3R ini sudah tidak ada lagi penumpukan sampah, karena kita angkut setiap hari," ujarnya saat ditemui di lokasi.
Manfaat yang Dirasakan Warga
Selain mampu menyelesaikan masalah tumpukan sampah, Wisman mengatakan bahwa keberadaan TPS3R Griya Resik juga memberikan penghasilan tambahan bagi warga. Produk-produk yang dihasilkan bahkan mampu menarik pelanggan dari berbagai daerah melalui sistem penjualan online.
"Untuk pupuk kompos, berbagai warga kelompok tani di luar Pulau Jawa sudah banyak menjadi pelanggan tetap kita, sedangkan untuk pupuk cair bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar menanam pohon produktif," ucapnya.
Harapan Masa Depan
Wisman berharap, ke depannya setiap perumahan akan memiliki fasilitas-fasilitas pengolahan sampah yang dapat dimanfaatkan dengan baik. Ia menegaskan, "Saatnya kita berpikir tempat kita bersih tanpa mengotori tempat lain. Jadi mungkin boleh dilihat tong-tong sampah milik warga tidak ada sampahnya."
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar