
KEBUMEN, nurulamin.pro Peristiwa duka yang menimpa sebuah keluarga di Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, menyisakan kepedihan mendalam sekaligus keprihatinan publik.
Dalam tragedi tersebut, seorang anak perempuan berusia 8 tahun berhasil selamat, sementara ibu dan adik kandungnya meninggal dunia.
Kini, anak yang selamat tersebut berada dalam pengasuhan keluarga terdekat.
"Ya saat ini anaknya kami yang mengasuh," kata Samijo, keluarga dekat korban.
Samijo menjelaskan, anak tersebut pertama kali meminta pertolongan kepadanya.
Dalam kondisi panik dan ketakutan, bocah itu mendatangi rumah Samijo, yang merupakan kakak ipar korban, pada Selasa malam (6/1/2026).
“Anaknya lari ke rumah saya, cerita kalau ibunya dan adiknya sudah tidak bergerak di rumah. Setelah itu saya langsung ke lokasi dan ternyata memang sudah meninggal,” ujar Samijo pada Senin (12/1/2026).
Menurut Samijo, korban perempuan selama ini dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan tertutup.
Korban jarang menceritakan persoalan rumah tangga maupun kesulitan hidup yang dihadapinya kepada keluarga besar ataupun tetangga sekitar.
“Orangnya memang lebih banyak diam. Tidak pernah cerita masalah apa pun, termasuk soal ekonomi,” katanya.
Meski demikian, Samijo tidak menampik bahwa kondisi ekonomi keluarga korban tergolong sulit.
Korban sebelumnya berjualan makanan ringan dan jajanan anak-anak, namun usaha tersebut sudah lama tidak dijalani.
Selain itu, korban diketahui harus menghidupi anak-anaknya seorang diri setelah ditinggal suami yang bekerja di luar daerah dan sudah lama tidak memberikan kabar.
"Sudah lama suaminya tidak pulang sekitar 2 tahunan," kata Samijo.
Kapolsek Buayan, Iptu Walali Saebani, membenarkan bahwa dalam peristiwa tersebut terdapat satu anak yang selamat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi kejadian dan pemeriksaan medis, polisi tidak menemukan adanya unsur kekerasan atau keterlibatan pihak lain.
“Dari hasil olah tempat kejadian perkara dan visum oleh tim Inafis Polres Kebumen serta dokter RSUD, tidak ada tanda-tanda kekerasan. Kesimpulan sementara murni bunuh diri,” jelas Walali.
Walali menjelaskan, korban tinggal di rumah bersama dua anaknya. Anak yang selamat sempat diajak oleh ibunya untuk gantung diri, namun berhasil keluar rumah dan mencari pertolongan.
Ia menyebutkan, tekanan ekonomi dan persoalan keluarga diduga menjadi pemicu peristiwa tersebut, meski masih dalam pendalaman pihak kepolisian.
Saat ini, anak yang selamat berada dalam pengasuhan keluarga dan mendapatkan perhatian dari aparat desa serta pihak terkait.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitar dan saling memberikan dukungan, khususnya kepada warga yang mengalami tekanan hidup berat, guna mencegah kejadian serupa terulang.
Catatan Redaksi:
Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan psikologis berat, jangan ragu mencari bantuan. Dukungan keluarga, tenaga kesehatan, dan layanan pendampingan profesional sangat penting untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar