Truk Besar Ngaku Diarahkan Google Map Masuk Jalan Protokol Pekanbaru

Truk Besar Ngaku Diarahkan Google Map Masuk Jalan Protokol Pekanbaru

Pengemudi Truk Tonase Besar Terjebak Arahan Google Map, Dinas Perhubungan Pekanbaru Lakukan Penindakan

Beberapa pengemudi truk dengan tonase besar di Kota Pekanbaru terbukti nekat memasuki jalan protokol seperti Jalan Jenderal Sudirman. Tindakan tersebut dilakukan meski sudah ada peraturan yang mengatur batasan waktu dan rute operasional kendaraan berat.

Menurut keterangan dari Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Khairunnas, banyak dari oknum pengemudi mengaku masuk ke kota lantaran mengikuti arahan dari aplikasi peta digital seperti Google Map. Namun, alasan tersebut tidak membuat instansi terkait bersikap lunak.

Dinas Perhubungan bersama aparat gabungan seperti Ditlantas Polda Riau, Satlantas Polresta Pekanbaru, Dinas Perhubungan Riau, hingga BPTD Riau melakukan penindakan terhadap pengemudi truk yang melanggar aturan. Mereka menilang belasan kendaraan yang mencoba masuk kota melalui jalur yang tidak sesuai.

Pelanggaran yang Dilakukan Pengemudi Truk

Penindakan ini dilakukan karena beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh pengemudi truk. Pertama, mereka melintasi jalan protokol pada jam yang tidak diperbolehkan. Menurut aturan, truk dengan tonase di atas delapan ton hanya diperkenankan melintas di kota pada malam hari, yaitu antara pukul 22.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB.

Selain itu, banyak truk yang ditemukan membawa muatan melebihi kapasitas atau over load. Hal ini bisa membahayakan keselamatan berkendara dan merusak infrastruktur jalan.

Petugas gabungan langsung memberikan tindakan tegas kepada pengemudi yang melanggar. Totalnya, ada sekitar 12 kendaraan yang tertangkap dalam operasi tersebut. Mereka diberi tilang sebagai bentuk sanksi atas pelanggaran yang dilakukan.

Operasi Pengawasan di Titik-Titik Strategis

Tim Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru terus melakukan pengawasan di sejumlah persimpangan penting, seperti Jalan Air Hitam-Jalan SM Amin, Simpang Garuda Sakti, dan Simpang Arhanudse 13. Proses pengawasan juga dilakukan di titik-titik masuk dari jalan lintas.

Khairunnas menjelaskan bahwa penindakan ini sudah menjadi rutinitas yang dilakukan secara berkala. Tujuannya adalah untuk memastikan keselamatan berkendara dan menjaga kondisi jalan agar tetap optimal.

Dampak Terhadap Pasokan BBM

Selain kasus pengemudi truk, ada juga laporan tentang kehabisan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Kota Pekanbaru. Mulai dari Pertalite, Biosolar hingga Pertamax mengalami kelangkaan. Hal ini diduga dipengaruhi oleh aktivitas pengangkutan barang yang terus berlangsung.

Meski demikian, pihak Dinas Perhubungan tetap berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat dengan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran yang terjadi.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan