
Penangkapan Presiden Venezuela oleh Pasukan Delta Force
Dalam sebuah peristiwa yang mengejutkan, pasukan khusus Amerika Serikat (AS), yaitu Delta Force, dikabarkan telah menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, bersama istrinya. Peristiwa ini terjadi ketika militer AS melakukan serangan ke Kota Caracas, ibu kota negara tersebut.
Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan penangkapan ini melalui platform Truth Social-nya. Ia menyatakan bahwa operasi ini dilakukan bekerja sama dengan penegak hukum AS dan akan diikuti oleh konferensi pers hari ini pukul 11 pagi di Mar-a-Lago. Dalam unggahannya, Trump menyebut bahwa Amerika Serikat berhasil melakukan serangan besar-besaran terhadap Venezuela dan pemimpinnya.
Penangkapan ini dianggap sebagai tindakan yang sangat signifikan, karena Delta Force adalah unit misi khusus militer terbaik AS. Hal ini mengingatkan pada penangkapan mantan Presiden Irak, Saddam Hussein, pada tahun 2003.
Venezuela diguncang oleh serangkaian ledakan pagi ini, dengan warga setempat melaporkan setidaknya tujuh ledakan dan pesawat terbang rendah di atas ibu kota Caracas. Pemadaman listrik juga terjadi di sebagian wilayah selatan Caracas, dekat pangkalan militer penting.
Maduro mengumumkan keadaan darurat dan meminta rakyat untuk membantu "mengalahkan agresi imperialis ini". Pemerintah Venezuela merespons dengan mengeluarkan pernyataan yang menolak dan mengecam agresi militer yang sangat serius.
Saksi mata menceritakan bahwa mereka terbangun karena suara ledakan dan deru pesawat di atas kepala pada dini hari. Menurut laporan CNN, gelombang ledakan pertama terjadi sekitar pukul 01.50 waktu setempat, sementara pihak berwenang belum memberikan penjelasan.
Benteng Tiuna, tempat kediaman kementerian pertahanan Venezuela, disebut termasuk daerah yang terkena dampak. Sementara itu, sebagian wilayah selatan Caracas, dekat pangkalan militer penting, gelap gulita akibat pemadaman listrik.
AS telah menekan Maduro untuk mundur melalui kampanye militer yang agresif. Selain itu, AS juga telah menyerang lebih dari 30 kapal di Laut Karibia dan Samudra Pasifik bagian timur dalam apa yang mereka sebut sebagai kampanye anti-narkotika.
Trump juga telah memerintahkan blokade terhadap kapal tanker minyak yang dikenai sanksi yang berlayar ke dan dari Venezuela. Meskipun Presiden AS telah berulang kali mengancam akan melakukan serangan di dalam Venezuela, satu-satunya serangan AS yang diketahui terhadap target Venezuela adalah terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba di perairan internasional, sebelum serangan yang dilakukan oleh CIA.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar