
aiotrade, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan rencana untuk mengumumkan sosok yang akan menjabat sebagai ketua Federal Reserve (The Fed) pada awal tahun 2026. Pernyataan ini memicu berbagai spekulasi terkait calon pengganti Ketua The Fed saat ini, Jerome Powell.
Dalam sebuah rapat kabinet di Gedung Putih, Trump menyampaikan bahwa pihaknya akan segera mengumumkan nama yang dipilih untuk posisi tersebut. "Kami akan mengumumkan seseorang, kemungkinan pada awal tahun depan, sebagai ketua The Fed yang baru," ujarnya.
Nama Kevin Hassett, Direktur National Economic Council Gedung Putih, disebut sebagai kandidat terkuat dalam bursa calon ketua The Fed. Trump juga menyampaikan pernyataan serupa dalam acara terpisah setelah rapat kabinet. "Saya kira calon ketua The Fed juga ada di sini. Entah siapa yang boleh menyebutnya calon. Yang jelas dia sosok yang dihormati. Terima kasih, Kevin," katanya.
Pernyataan Trump memberikan kejelasan tentang jadwal pengumuman, dibandingkan dengan komentar sebelumnya dari Menteri Keuangan AS Scott Bessent, yang menyebut pengumuman bisa dilakukan sekitar periode Natal. Trump menjelaskan bahwa sebelumnya pihaknya sempat mempertimbangkan sekitar 10 kandidat bersama Bessent dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick. Namun, kini daftar telah mengerucut menjadi satu nama.
Meski demikian, proses seleksi masih bisa berubah karena Trump dikenal kerap membuat keputusan secara mendadak. Beberapa kandidat lain yang sempat masuk bursa antara lain Gubernur The Fed Christopher Waller dan Michelle Bowman, mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh, serta Rick Rieder dari BlackRock.
Selama beberapa bulan terakhir, Trump terus menekan The Fed untuk menurunkan suku bunga. Penunjukan ketua baru, yang akan menggantikan Powell yang masa jabatannya berakhir pada Mei 2026, akan menjadi peluang bagi Trump untuk membentuk arah kebijakan bank sentral AS lebih signifikan.
Trump sering kali mengkritik Powell karena dinilai lamban dan terlalu berhati-hati dalam menurunkan suku bunga. Dia juga berharap pengganti Powell nantinya akan mengambil langkah lebih agresif dalam melonggarkan kebijakan moneter. Dalam pernyataan terbarunya, Trump kembali menyampaikan kritik tajam terhadap Powell dengan menyebutnya sebagai sosok keras kepala.
Meski masa jabatan Powell sebagai ketua akan berakhir tahun depan, dia masih berpeluang tetap duduk sebagai gubernur The Fed selama dua tahun berikutnya. Pada September lalu, Trump sempat menyebut Hassett, Warsh, dan Waller sebagai tiga calon utama pilihan presiden. Selain itu, Trump juga beberapa kali menyatakan ketertarikannya kepada Scott Bessent untuk menjabat ketua The Fed, meskipun Bessent telah menolak wacana tersebut.
Penunjukan ketua dan gubernur The Fed selama ini menjadi instrumen paling langsung bagi presiden AS untuk memengaruhi kebijakan bank sentral. Trump pun sering kali mengkritik The Fed, baik terkait lambannya penurunan suku bunga maupun proyek renovasi mahal kompleks perkantoran bank sentral.
Saat ini, Gedung Putih juga sedang terlibat gugatan hukum terkait upaya Trump memberhentikan Gubernur The Fed Lisa Cook. Siapa pun yang dipilih Trump harus mendapatkan persetujuan Senat AS untuk menjabat sebagai ketua The Fed. Jika Trump menunjuk kandidat dari luar jajaran gubernur The Fed, sosok tersebut kemungkinan akan memperoleh masa jabatan sebagai gubernur selama 14 tahun, yang dimulai pada 1 Februari mendatang.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar