Tugu 1 Miliar Ambruk, DPRD Jombang Selidiki Material ACP dan Desain yang Curiga

Tugu 1 Miliar Ambruk, DPRD Jombang Selidiki Material ACP dan Desain yang Curiga

Tugu Selamat Datang di Jombang Roboh Akibat Angin Puting Beliung

Tugu Selamat Datang yang berada di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengalami keruntuhan setelah diterjang angin puting beliung pada hari Kamis (11/12) sore. Tugu yang memakan anggaran hingga Rp1 miliar ini bahkan belum sempat diresmikan sebelum kejadian tersebut terjadi. Bangunan yang awalnya menjadi ikon daerah itu patah di bagian atas dan akhirnya ambruk ke samping.

Insiden ini langsung menarik perhatian publik, terutama setelah foto-foto kejadian viral di media sosial. Banyak warganet mulai mempertanyakan kualitas konstruksi tugu yang baru saja selesai dibangun beberapa waktu lalu. Mereka mempertanyakan apakah bangunan tersebut benar-benar dirancang dengan memperhatikan faktor keamanan dan ketahanan terhadap cuaca ekstrem.

Menanggapi hal ini, Komisi C DPRD Kabupaten Jombang memberikan perhatian khusus terhadap kemungkinan penyebab keruntuhan tugu. Salah satu anggota komisi, Syaifulloh, menyampaikan bahwa pemilihan material dan perencanaan desain konstruksi menjadi fokus utama dalam evaluasi.

Syaifulloh menjelaskan bahwa bangunan tinggi yang berada di ruang terbuka seperti tugu membutuhkan material yang kuat dan tahan lama. Ia menyoroti penggunaan material ACP cutting pada struktur bangunan tinggi di ruang terbuka, yang menurutnya perlu dikaji ulang dari segi teknis, terutama pada tahap perencanaan desain.

"Material ACP cutting ukiran bukan pilihan ideal untuk struktur tinggi di ruang terbuka, kecuali didukung dengan perhitungan beban angin yang sangat teliti dan rangka konstruksi yang benar-benar kuat," ujar Syaifulloh, Jumat (12/12/2025).

Ia menekankan bahwa untuk bangunan landmark atau ikon daerah, unsur keamanan dan ketahanan jangka panjang harus menjadi prioritas utama. Dalam konteks bangunan ruang terbuka seperti lokasi tugu, penggunaan plat besi seharusnya menjadi pilihan material yang lebih tepat dan aman.

Komisi C DPRD Jombang juga menegaskan bahwa jika hasil evaluasi teknis membuktikan adanya kesalahan desain, pemilihan material yang tidak sesuai, atau metode pemasangan yang tidak standardan bukan disebabkan oleh bencana alampemerintah daerah tidak akan menanggung biaya perbaikan.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Bayu Pancoroadi, membenarkan insiden tersebut. Ia menyampaikan bahwa informasi awal menunjukkan bahwa angin puting beliung menjadi penyebab keruntuhan tugu.

"Iya, informasi awal kami karena ada angin puting beliung. Besok teman-teman ke lokasi," kata Bayu, Kamis (11/12/2025).

Penyebab Keruntuhan Tugu: Evaluasi Teknis Dilakukan

Komisi C DPRD Jombang telah menyiapkan tim untuk melakukan evaluasi teknis terkait kejadian ini. Tim akan melakukan survei langsung ke lokasi dan mengevaluasi kondisi bangunan serta proses pengerjaannya.

Beberapa aspek yang akan dievaluasi antara lain:

  • Perencanaan desain tugu
  • Pemilihan material yang digunakan
  • Metode pemasangan dan konstruksi
  • Keberadaan perhitungan beban angin dan struktur penunjang

Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar bagi pihak terkait untuk menentukan apakah ada kesalahan dalam proses pembangunan ataukah kejadian ini murni disebabkan oleh bencana alam.

Selain itu, pihak DPRD juga akan meminta pertanggungjawaban dari pihak pelaksana proyek jika ditemukan adanya kelalaian dalam proses pengerjaan.

Langkah Selanjutnya

Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang akan segera menindaklanjuti hasil evaluasi yang dilakukan oleh Komisi C DPRD. Jika ditemukan adanya kesalahan, pihak terkait akan dimintai pertanggungjawaban secara formal.

Di sisi lain, masyarakat dan para pengguna media sosial tetap memantau perkembangan kasus ini. Banyak yang berharap agar proses evaluasi dapat dilakukan secara transparan dan objektif, sehingga bisa menjadi pembelajaran bagi proyek-proyek serupa di masa depan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan