Tugu Jombang Roboh, DPRD Perhatikan Material ACP dan Desain yang Mencurigakan

Tugu Jombang Roboh, DPRD Perhatikan Material ACP dan Desain yang Mencurigakan

Penyebab Tugu Roboh di Jombang: Kritik dari DPRD Kabupaten Jombang

Komisi C DPRD Kabupaten Jombang, Jawa Timur, memberikan perhatian serius terhadap insiden robohnya tugu yang berdiri di ruang terbuka. Insiden ini menimbulkan pertanyaan mengenai pemilihan material dan perencanaan desain konstruksi yang digunakan.

Tugu tersebut roboh saat cuaca ekstrem melanda kawasan tersebut. Hal ini memicu kekhawatiran terkait kekuatan struktur bangunan dan kesiapan dalam menghadapi kondisi alam yang tidak terduga.

Anggota Komisi C DPRD Jombang, Syaifulloh, menyampaikan pandangan terkait kejadian ini. Ia menekankan bahwa penggunaan material ACP cutting pada struktur bangunan tinggi di ruang terbuka perlu dikaji ulang dari sisi teknis, khususnya pada tahap perencanaan desain.

Penggunaan material ACP cutting ukiran bukan merupakan material yang paling ideal untuk struktur tinggi di ruang terbuka, kecuali didukung perhitungan beban angin yang sangat teliti serta rangka yang benar-benar kuat, ujarnya.

Menurut Syaifulloh, bangunan tugu yang berdiri lebih dari lima meter dan berada pada area yang terpapar langsung angin kencang, hujan, serta tekanan cuaca ekstrem membutuhkan material yang benar-benar kuat dan memiliki ketahanan jangka panjang.

Prioritas Keamanan dan Ketahanan Bangunan

Komisi C DPRD Jombang menekankan bahwa untuk bangunan landmark atau ikon daerah, unsur keamanan dan ketahanan jangka panjang harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar efisiensi biaya atau pertimbangan estetika ringan.

Dalam konteks bangunan ruang terbuka seperti lokasi tugu, penggunaan plat besi seharusnya menjadi pilihan material yang lebih tepat dan aman, tambahnya.

Lebih lanjut, Komisi C DPRD Jombang menegaskan bahwa apabila hasil evaluasi teknis nantinya membuktikan adanya kesalahan desain, pemilihan material yang tidak sesuai, atau metode pemasangan yang tidak standar dan bukan disebabkan oleh bencana alam, maka Pemerintah Daerah tidak akan menanggung beban anggaran untuk memperbaiki kerusakan tersebut.

Peristiwa Tugu Roboh dan Reaksi Masyarakat

Sebelumnya, tugu selamat datang yang menelan anggaran hingga Rp1 miliar roboh setelah diterjang angin puting beliung pada Kamis (11/12) sore, meski bangunan tersebut bahkan belum sempat diresmikan.

Bagian atas tugu tampak patah dan ambruk ke samping, sebagaimana terlihat dalam foto-foto yang beredar luas di media sosial. Peristiwa ini langsung memicu sorotan publik.

Melalui unggahan di Facebook, warga mempertanyakan kualitas konstruksi tugu tersebut. Banyak warganet menduga adanya persoalan dalam pengerjaan proyek, mengingat bangunan baru itu runtuh hanya beberapa pekan setelah diselesaikan.

Komentar bernada kecewa dan kritikan memenuhi lini masa hingga menjadi perbincangan hangat. Insiden robohnya tugu ini menambah panjang daftar sorotan terhadap proyek tersebut.

Penjelasan dari Kepala Dinas PUPR

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Bayu Pancoroadi, membenarkan adanya peristiwa ambruknya tugu Jombang tersebut. Ia menjelaskan bahwa informasi awal mengindikasikan adanya angin puting beliung sebagai penyebab kejadian tersebut.

Nggih mas, informasi awal kami karena ada angin puting beliung. Besok teman-teman ke lokasi, kata Bayu, Kamis 11 Desember 2025.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan