Universitas Bhayangkara Surabaya Rancang Tiga Program Studi Baru
Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya tengah merancang tiga program studi baru yang akan segera dibuka. Prodi-prodi ini adalah S3 Ilmu Hukum, S3 Manajemen, dan S2 Teknik Elektro. Rencana ini merupakan bagian dari upaya kampus untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif dan berwawasan kebangsaan.
Tim persiapan pendirian prodi baru telah merumuskan kurikulum masing-masing program studi. Untuk menyempurnakan kurikulum tersebut, diadakan sebuah workshop yang menghadirkan tiga ahli ternama di bidangnya. Mereka adalah mantan Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno, Guru Besar Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Prof Era Purwanto, dan Guru Besar Universitas Airlangga Surabaya, Prof Tanti Handriana.
Rektor Ubhara Surabaya, Irjen (Purn) Anton Setiadji, menjelaskan bahwa prodi baru ini diharapkan dapat berkembang dan mendukung peningkatan kualitas SDM. "Harapan ini sesuai visi dan misi Ubhara, untuk menjadi kampus unggul berwawasan kebangsaan, yang fokus melahirkan SDM kompetitif," ujarnya saat membuka workshop yang digelar di Graha Bhayangkara, Surabaya pada Rabu (10/12/2025).
Anton berharap surat keputusan (SK) pendirian ketiga prodi baru ini sudah turun pada 2026 sehingga bisa dibuka pada tahun ajaran mendatang. Hal senada disampaikan oleh Ketua Pengurus Yayasan Brata Bhakti Daerah Jatim (YBBDJ) Ubhara Surabaya Kombes (Purn) Puji Astuti. Menurutnya, setelah terbentuknya prodi baru, dekan dan kaprodi bertanggung jawab untuk pengembangan prodi agar sesuai harapan.
Masukan dari Ahli dan Tokoh Terkemuka
Komjen (purn) Oegroseno memberikan masukan penting dalam workshop tersebut. Ia berharap pembukaan prodi baru ini bisa menghasilkan penelitian atau disertasi yang berguna bagi masyarakat. Oegro juga memaparkan beberapa hal di bidang hukum dan kriminal yang perlu dikaji secara lebih mendalam. Di antaranya terkait perbedaan antara keterangan saksi dan ahli.
"Ahli harus pakai sertifikat, ahli itu dikirimi berkas, dokumen, surat pengantar untuk menelaan perkara. Setelah itu dibuat kajiannya," kata Oegro yang juga mantan Kadiv Propam Polri. Ia lalu memberikan beberapa kasus yang bisa menjadi bahan kajian seperti kasus tewasnya diplomat Arya Daru hingga kasus kematian Vina Cirebon.
"Mudah-mudahan prodi S3 ini bisa menjawab tantangan ke depannya," harapnya.

Perspektif dari Akademisi
Prof Era Purwanto menilai langkah Ubhara membuka program pascasarjana sudah tepat. Alasannya karena program sarjana banyak dikuasai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). "Ubhara harus bertransformasi, yang diperbanyak harus pendidikan Pascasarjana. Kalau Sarjana, kita pasti akan kalah dengan PTN-BH. Disana mengeluarkan pendaftarnya berkali-kali. Kalau di pascasarjana kurang," katanya.
Menurut Era, dalam pembukaan program pascasarjana harus memiliki target mahasiswa yang jelas, apakah fresh graduate atau kalangan profesional (sudah bekerja). "Saya usul, jangan fresh graduate, tapi yang sudah bekerja. Kuliah by research (berbasis riset)," katanya.
Kurikulum dan Target Pasar
Prof Tanti Handriana memberikan tiga catatan dari rencana kurikulum prodi S3 Manajemen. Di antaranya, sistem perkuliahan yang sebelumnya disusun 3 semester untuk kuliah teori, dia menyarankan cukup 2 semester. "Itu daya tarik pendaftar. Semester berikutnya disertasi," sarannya.
Terkait jumlah SKS, Tanti menyerahkan pada Ubhara namun yang penting bisa menunjukkan apa yang ditawarkan ke target market. Menurut Tanti, target market prodi S3 Manajemen ini masih sangat luas. "Peluangnya besar, bisa menyasar dosen, praktisi di Jatim dan indonesia bagian timur," tegasnya.
Rencana Pembelajaran di Prodi Baru
Di acara workshop ini juga dipaparkan mengenai rencana pembelajaran di masing-masing prodi baru. Dr Jonaedi Efendi yang memaparkan S3 Ilmu Hukum membocorkan keunikan dari prodi baru ini. "Keunikan kami pada basis ilmu kepolisian dan criminal justice, kajian siber crime, riset berbasis nyata dan ada keseimbangan law enforcement dan human right," katanya.
Sementara Endang Siswati, M.M, D.B.A dari S3 Manejemen membocorkan lama studi di prodi baru ini berkisar antara dua hingga tiga tahun. Lalu, Dr. Bambang Purwahyudi dari Teknik Elektro mengatakan konsentrasi prodi baru ini pada energi baru dan terbarukan serta aplikasi IoT (Internet of Things).
Bambang optimis prodi baru ini bisa berkembang mengingat belum banyak kampus yang membuka S2 Teknik Elektro di Jawa Timur.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar