
Strategi untuk Menghadapi Ilia Topuria
Justin Gaethje, petarung kelas ringan yang sebelumnya menjadi musuh terakhir Khabib Nurmagomedov sebelum pensiun dari UFC, mengklaim telah memiliki strategi untuk mengalahkan Ilia Topuria. Meskipun saat ini ia masih berusaha memperoleh sabuk kelas ringan, Gaethje menunjukkan tekad kuat untuk mencapai tujuannya.
Setelah meraih kemenangan atas Rafael Fiziev di UFC 313, Gaethje memberikan ultimatum kepada UFC bahwa ia tidak akan bertarung kecuali untuk pertarungan sabuk. Permintaan tersebut akhirnya diakui oleh UFC dan diberikan kepada petarung dengan julukan The Highlight. Ia kemudian diberi kesempatan untuk melawan Paddy Pimblett dalam pertarungan sabuk interim kelas ringan.
Pemenang pertarungan ini akan berpeluang menghadapi juara sebenarnya kelas ringan, Ilia Topuria. Dengan rasa percaya diri tinggi, Gaethje yakin bisa mengalahkan Pimblett pada kartu utama UFC 324 di T-Mobile Arena, Nevada, pada 24 Januari mendatang.
The Highlight menyebutkan bahwa Ilia Topuria selalu ada dalam pikirannya sebagai motivasi dalam duel melawan Pimblett. "Ilia, saya percaya pada kemampuan saya untuk mencapai tujuan, itulah yang harus saya percayai," ujarnya dikutip dari ESPN.
Gaethje sangat berharap bisa merebut sabuk kelas ringan dan merusak harapan penggemar tentang duel antara Paddy dan Topuria. "Ada banyak hal yang bisa terjadi," katanya. "Kita pernah melihat juara interim tiba-tiba dipromosikan menjadi juara, seperti Tom Aspinall. Mackenzie Dern akan bertarung memperebutkan gelar interim, lalu tiba-tiba, gelar juara ditetapkan setelah Zhang Weili mengosongkannya. Tetapi semua hal ini di luar kendali saya."
"Aku harus menang, aku harus merusak semuanya," tambahnya. "Aku tahu para penggemar mungkin menginginkan Paddy dan Ilia seperti mereka menginginkan Tony Ferguson dan Khabib Nurmagomedov, dan aku akan mengacaukannya. Itu tugasku," tegasnya.
Persiapan dan Kepercayaan Diri
Gaethje bahkan mengaku sudah memiliki cara untuk mengalahkan Topuria. "Saya percaya pada intuisi saya. Saya percaya pada kemampuan saya untuk menilai jarak dan waktu dan hanya berada di sana." Ia juga menyatakan bahwa olahraga ini sangat gila dan apa pun bisa terjadi. "Apa pun bisa terjadi kapan saja."
Ia menekankan pentingnya tidak membuat kesalahan melawan lawan seperti Topuria. "Jadi sekali lagi, intinya adalah tidak membuat kesalahan melawan orang seperti itu," jelasnya.
Gaethje juga mengingatkan dirinya sendiri untuk tetap waspada terhadap pukulan mematikan El Matador, julukan Topuria. "Jangan sampai terkena pukulan tangan kanannya." Ia mengulangi pesan ini karena sangat penting. "Jangan sampai kena pukulan tangan kanannya. Pukulan hook kirinya, kombinasi 2-3-nya adalah salah satu kombinasi terbaik yang pernah saya lihat di olahraga ini."
Kondisi Ilia Topuria Saat Ini
Topuria sendiri sedang dalam masa rehat karena keperluan keluarga. La Leyenda kemungkinan baru akan kembali bertarung pada pertengahan tahun 2026. "Saya tidak akan bertarung di kuartal pertama tahun depan. Saya sedang mengalami masa sulit dalam kehidupan pribadi saya," ujarnya. "Saya ingin fokus pada anak-anak saya dan menyelesaikan situasi ini sesegera mungkin," tambahnya.
Untuk itu, UFC memberikan pertarungan sabuk interim kepada Justin Gaethje dan Paddy Pimblett. Topuria menyatakan bahwa dirinya akan segera kembali untuk sabuk tersebut. "Saya tidak ingin menghambat divisi ini. UFC akan mengatur pertarungan yang dibutuhkan, dan segera setelah masalah ini terselesaikan, saya akan memberi tahu UFC bahwa saya siap untuk kembali," tegas Topuria.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar