UIN Yogyakarta raih predikat PTKI terproduktif dalam riset internasional 2025

nurulamin.pro- Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menyabet gelar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) terproduktif dalam riset internasional sepanjang 2025.

Hasil tersebut mengacu pada survei pemeringkatan SciVal Elsevier. Sebuah alat analisis kinerja penelitian berbasis web yang terintegrasi dengan database Scopus.

Mengungguli UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, jumlah publikasi Scopus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mencapai 236 terbitan dalam kurung waktu 2025.

Tak hanya itu, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Noorhaidi Hasan memaparkan bahwa kampus di bawah pimpinannya unggul dalam dampak ilmiah dilihat dari jumlah sitasi.

977 Sitasi Jurnal Internasional Bereputasi UIN Sunan Kalijaga

Pada 2024, jumlah Sitasi Jurnal Internasional Bereputasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tercatat sebanyak 977 sitasi.

Sementara dari segi kualitas terbitan, kampus yang terletak di Kota Pelajar ini menduduki peringkat pertama dalam jumlah publikasi pada jurnal Scopus Q1.

“Pada 2025, 57,3 persen karya dosen UIN Sunan Kalijaga terbit di jurnal Q1, yang merepresentasikan jurnal bereputasi tertinggi di tingkat global. Hal ini menunjukkan bahwa riset yang dihasilkan tidak hanya banyak, tetapi juga diakui dan dirujuk secara luas oleh komunitas ilmiah internasional,” jelas Noorhaidi mengutip laman Kemenag, Sabtu (3/1/2026).

Lebih lanjut, UIN Sunan Kalijaga menjadi yang terbaik menurut Field-Weighted Citation Impact (FWCI).

 

Ada 3 kampus PTKIN yang menonjol

FWCI sendiri merupakan indikator yang mengukur dampak sitasi publikasi dengan membandingkannya terhadap rata-rata sitasi dunia pada bidang, tahun, dan jenis dokumen yang sama.

Nilai FWCI di atas 1 menunjukkan bahwa publikasi suatu institusi disitasi lebih tinggi dari rata-rata global.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Sahiron mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai bahwa riset adalah ruh kampus. Oleh sebab itu, produktivitas riset perlu selalu ditingkatkan.

“Tahun 2025 ada tiga kampus PTKIN yang menonjol, UIN Yogyakarta, UIN Jakarta, dan UIN Malang. Saya harap tahun depan lebih banyak lagi kampus yang makin produktif dan kompetitif dalam publikasi riset internasional,” tegas Sahiron.

Secara berurutan skor FWCI PTKIN adalah sebagai berikut; UIN Sunan Kalijaga (2,68), UIN Sunan Gunung Djati (2,03), UIN Walisongo (1,73), UIN Maulana Malik Ibrahim (1,50), UIN Sunan Ampel (1,36), UIN Surakarta (1,19), UIN Sumatera Utara (1,19) dan UIN Syarif Hidayatullah (0,95).

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan