
YOGYAKARTA, nurulamin.pro
– Masa uji coba bus listrik Trans Jogja telah berakhir pada 31 Desember 2025. Mulai 1 Januari 2026, layanan bus listrik tersebut akan beroperasi secara resmi dengan tarif sebesar Rp2.700 per perjalanan.
Dalam unggahan akun resmi Instagram @transjogja, tarif ini sama dengan tarif layanan Trans Jogja lainnya. Bus listrik Trans Jogja hanya melayani pembayaran non-tunai atau cashless.
“Mulai 1 Januari 2026, Bus Listrik Trans Jogja resmi beroperasi secara reguler dengan tarif Rp2.700 per perjalanan, sama seperti layanan Trans Jogja lainnya,” tulis Dishub DIY melalui akun media sosial resminya.
Meskipun tarif sudah menjadi reguler, tarif khusus tetap diberlakukan bagi pelajar, penyandang disabilitas, dan lansia sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, sistem pembayaran memungkinkan satu kartu digunakan untuk tap lebih dari satu penumpang.
Untuk rute, bus listrik Trans Jogja melayani perjalanan Terminal Jombor–Malioboro–Terminal Jombor, dengan jam operasional mulai pukul 05.30 hingga 20.30 WIB.
Adapun lokasi pemberhentian yang dilewati adalah:
- Terminal Jombor
- Indogrosir
- Boshe
- MMTC
- JCM
- Mobilindo
- Daytrans
- TVRI Barat
- TVRI
- Karangwaru Kricak
- Polsek Tegalrejo
- Karen Chicken
- Indomart Pakuningratan
- Hotel Utara
- Pasar Kranggan
- SMP 14
- Mangkubumi 1
- Mangkubumi 2
- Perpusda
- Jlagran Lor
- Jlagran
- Malioboro 1
- Malioboro 2
- Malioboro 3
- Gandekan
- Pasar Pathuk
- Bhayangkara
- kembali ke Terminal Jombor
Kehadiran bus listrik ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam mendorong transportasi publik yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat.
Dengan dimulainya operasional penuh pada 2026, masyarakat diharapkan semakin tertarik menggunakan angkutan umum sebagai moda transportasi harian, khususnya di kawasan perkotaan Yogyakarta.
Keuntungan Penggunaan Bus Listrik Trans Jogja
Bus listrik Trans Jogja menawarkan beberapa manfaat yang signifikan bagi pengguna. Pertama, penggunaan energi listrik membuatnya lebih ramah lingkungan dibandingkan bus konvensional yang mengandalkan bahan bakar minyak. Hal ini berkontribusi pada pengurangan polusi udara dan emisi karbon.
Selain itu, tarif yang terjangkau dan sistem pembayaran non-tunai memudahkan pengguna dalam melakukan perjalanan. Pengguna dapat menggunakan satu kartu untuk berbagai jenis pembayaran, sehingga tidak perlu membawa uang tunai.
Tidak hanya itu, rute yang dilayani oleh bus listrik juga mencakup area penting di Yogyakarta, seperti Malioboro dan Terminal Jombor. Dengan jadwal operasional yang cukup luas, pengguna bisa memilih waktu yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.
Fasilitas yang Tersedia
Bus listrik Trans Jogja dilengkapi dengan fasilitas yang nyaman, termasuk kursi yang dirancang untuk kenyamanan maksimal dan ruang bagasi yang memadai. Selain itu, adanya sistem informasi real-time melalui aplikasi atau media sosial memudahkan pengguna untuk mengetahui jadwal keberangkatan dan kondisi lalu lintas.
Pihak pengelola juga telah memastikan bahwa semua penumpang, termasuk kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas, dapat menikmati layanan ini dengan mudah. Adanya tarif khusus memberikan akses yang lebih baik bagi mereka yang membutuhkan.
Tantangan dan Harapan
Meski memiliki banyak keunggulan, pengoperasian bus listrik Trans Jogja juga menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah ketersediaan infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian daya (charging station) yang memadai. Selain itu, perlu adanya kesadaran masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Namun, dengan komitmen pemerintah daerah dan dukungan masyarakat, diharapkan bus listrik Trans Jogja dapat menjadi solusi transportasi yang efisien dan berkelanjutan.
Kesimpulan
Bus listrik Trans Jogja tidak hanya menjadi inovasi dalam dunia transportasi, tetapi juga menjadi langkah penting menuju kota yang lebih hijau dan ramah lingkungan. Dengan tarif yang terjangkau, rute yang luas, dan fasilitas yang memadai, layanan ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengguna angkutan umum dan mengurangi kemacetan di kawasan perkotaan Yogyakarta.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar