
Penghargaan Bogasari SME untuk UKM Berbasis Terigu
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) melalui Bogasari memberikan penghargaan Bogasari SME kepada para usaha kecil menengah (UKM) di sektor makanan berbasis tepung terigu. Gelaran ini berhasil menyeleksi sebanyak 10 UKM sebagai finalis dan memilih tiga juara untuk kategori inovasi bisnis dan melek digital. Ketiga UKM tersebut adalah Papa Cookies dari Sragen sebagai juara 1, Home Made Bakery dari Jakarta sebagai juara 2, dan UKM Sarimadu Bakery dari Samarinda sebagai juara 3.
Budi Hartono, Vice President Marketing Bogasari menjelaskan, para finalis mempresentasikan inovasi bisnis, strategi pemasaran, dan digitalisasi usaha. Kemudian, anugerah penghargaan Bogasari SME berlangsung di Bekasi pada Rabu (10/12/2025).
"Penghargaan ini merupakan komitmen dalam membangun ekosistem UKM berbasis terigu. Kami menghadirkan konsep penyaringan berlapis agar benar-benar menemukan UKM yang tidak hanya kuat secara operasional, tapi juga punya visi digitalisasi dan inovasi jangka panjang, ucap Budi dalam keterangan resmi.
Kriteria Penilaian dan Proses Seleksi
Penghargaan Bogasari SME ini dirancang untuk memberikan apresiasi kepada UKM yang memiliki potensi besar dalam industri makanan berbasis tepung terigu. Proses seleksi dilakukan dengan beberapa tahap, mulai dari pengajuan proposal hingga presentasi langsung oleh para peserta. Setiap UKM dinilai berdasarkan beberapa aspek, seperti:
- Inovasi bisnis: Bagaimana UKM mengembangkan produk atau layanan yang unik dan berbeda dari pesaing.
- Digitalisasi usaha: Tingkat pemanfaatan teknologi dalam operasional dan pemasaran.
- Kekuatan fondasi bisnis: Kapasitas UKM dalam mengelola sumber daya dan pertumbuhan jangka panjang.
Selain itu, Bogasari juga menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan bagi UKM. Hal ini dilakukan melalui program KIAT (Kunci Informasi dan Teknologi) dan pelatihan di Bogasari Baking Center (BBC).
Perjalanan Papa Cookies
Sebagai pemenang utama, Papa Cookies dinilai menunjukkan keseimbangan antara inovasi, digitalisasi, dan kekuatan fondasi bisnis. UKM yang berdiri pada 2010 ini didirikan oleh Eriyanto, sosok yang sebelumnya bekerja di dunia perbankan dan memutuskan untuk membuka usaha sendiri. Maka saat itu, ia pun mengirimkan istrinya, Lilis Ismiansih, untuk pelatihan di Bogasari Baking Center (BBC) Yogyakarta.
Eriyanto menyampaikan bahwa Bogasari sampai saat ini masih peduli akan perkembangan UKM di Indonesia. Tidak hanya konsisten memberikan penghargaan seperti Bogasari SME ini, tapi juga edukasi rutin bagi UKM melalui KIAT (Kunci Informasi dan Teknologi), dan pelatihan Bogasari Baking Center (BBC).
Dampak Penghargaan bagi UKM
Penghargaan Bogasari SME bukan hanya sekadar apresiasi, tetapi juga menjadi momentum penting bagi UKM untuk berkembang lebih jauh. Dengan adanya pengakuan dari Bogasari, para pemenang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas mereka dalam bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Selain itu, penghargaan ini juga menjadi motivasi bagi UKM lainnya untuk terus berinovasi dan mengadopsi teknologi dalam bisnis mereka.
Program Bogasari SME juga mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui pemberdayaan UKM. Dengan dukungan dari Bogasari, UKM bisa lebih mudah mengakses pelatihan, edukasi, dan sumber daya yang diperlukan untuk berkembang.
Kesimpulan
Penghargaan Bogasari SME telah membuktikan bahwa UKM berbasis terigu memiliki potensi besar dalam membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan. Melalui inovasi, digitalisasi, dan dukungan dari Bogasari, UKM dapat meningkatkan kualitas produk dan efisiensi operasional. Dengan begitu, para UKM tidak hanya bertahan di tengah persaingan, tetapi juga bisa berkembang menjadi pelaku bisnis yang tangguh dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar