UKM Pramuka Unigha Bantu Warga Tamiang Lawan Genangan Lumpur

UKM Pramuka Unigha Bantu Warga Tamiang Lawan Genangan Lumpur

Bantuan dari UKM Pramuka Unigha untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Universitas Jabal Ghafur atau Unigha Sigli menunjukkan kepedulian mereka terhadap korban banjir bandang di Aceh Tamiang. Mereka mengirimkan 2 ton bantuan yang berupa pakaian layak pakai, beras, air mineral, mi instan, peralatan pakaian bayi, dan makanan siap saji. Bantuan ini merupakan hasil penggalangan dana dari UKM Pramuka Jabal Ghafur di Kabupaten Pidie.

Perjalanan menuju Aceh Tamiang tidak mudah karena jalur penyebrangan di Kuta Blang, Bireuen masih putus. Truk yang membawa bantuan harus melewati genangan lumpur saat memasuki wilayah Aceh Tamiang. Perjalanan tersebut membutuhkan waktu satu hari karena adanya hambatan di jembatan Kuta Blang yang hanya bisa dilalui dengan menggunakan perahu warga.

Koordinator Lapangan UKM Pramuka Unigha, Zulfahmi, menyampaikan bahwa meskipun jumlah bantuan yang disalurkan tidak banyak, semoga bantuan itu dapat membantu meringankan beban para korban banjir. Ia berharap bantuan ini menjadi amal ibadah bagi seluruh anggota UKM Pramuka Unigha dan masyarakat Pidie.

T Munirul Akbar SP, anggota UKM Pramuka Unigha Sigli, menjelaskan bahwa banjir bandang menerjang rumah warga di Aceh Tamiang dengan ketinggian air hampir 10 meter. Salah satu warga korban banjir bernama Mawardi tinggal di Sungai Liput, di mana air mencapai ketinggian tersebut.

Bantuan sembako diserahkan langsung ke lokasi yang terdampak, yaitu Gampong Pahlawan Tualang Cut dan Sungai Liput. Penyerahan bantuan dilakukan oleh UKM Pramuka Unigha bersama Pendiri UKM Pramuka Unigha Pidie dan UKM Pramuka Unimal Lhokseumawe.

Kondisi Terkini Aceh Tamiang

Hingga awal Desember 2025, banyak wilayah di Aceh Tamiang masih terisolasi akibat banjir dan longsoran. Dari 12 kecamatan yang terdampak, hanya sebagian kecil yang bisa diakses untuk penyaluran bantuan. Banyak rumah warga terendam hingga atap, jalanan tertutup lumpur, dan aktivitas masyarakat lumpuh total.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang mengalami kerusakan parah. Lumpur tebal memenuhi banyak ruangan sehingga pelayanan kesehatan terhenti. Pembersihan dilakukan oleh tim gabungan TNI, BPBD, dan relawan, dengan target selesai dalam tiga hari.

Kota Kuala Simpang dalam Keadaan Parah

Kota Kuala Simpang, pusat Aceh Tamiang, tampak porak-poranda setelah banjir bandang. Banyak kendaraan terseret arus, bangunan rusak, dan puing-puing berserakan. Warga mengalami krisis makanan, air bersih, dan tempat tinggal.

Karena banyak desa terisolasi, pemerintah memanfaatkan jalur sungai untuk mengirim bantuan ke wilayah yang tidak bisa dijangkau lewat darat. Menurut laporan pejabat pusat, hampir semua bangunan di beberapa titik mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang dan longsoran.

Interaksi dengan Korban Banjir

Selain memberikan bantuan sembako, UKM Pramuka Unigha juga berinteraksi dengan korban banjir untuk memberikan semangat sebagai bentuk kepedulian. Mereka menunjukkan rasa empati dan dukungan kepada warga yang sedang menghadapi kesulitan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan