Ukraina Nafikan Tuduhan India-Pakistan Soal Serangan di Rumah Putin

Ukraina Nafikan Tuduhan India-Pakistan Soal Serangan di Rumah Putin

Kementerian Luar Negeri Ukraina Memanggil Diplomat India dan Pakistan

Kementerian Luar Negeri Ukraina telah memanggil diplomat dari India dan Pakistan terkait pernyataan mereka mengenai dugaan serangan di kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin. Kedua negara tersebut diketahui mendukung posisi Rusia dalam isu ini.

“Kepala diplomatik dari India dan Pakistan sudah dipanggil terkait penolakan Ukraina soal masalah dugaan serangan tersebut. Ini membuat negara itu kembali mendukung kebohongan Rusia soal serangan di kediaman Putin,” ujar sumber yang dikutip dari laporan berita.

Pekan ini, Rusia menuduh bahwa Ukraina sengaja melancarkan serangan ke rumah singgah Putin di dekat Danau Valdai di Novgorod Oblast. Namun, Kiev menampik tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai kebohongan dari Moskow.

Harapan Ukraina kepada India dan Pakistan

Kemlu Ukraina mengharapkan bahwa India dan Pakistan dapat menyuarakan solidaritas kepada negaranya. Kiev berharap keduanya ikut mengkhawatirkan serangan Rusia ke fasilitas sipil di Ukraina.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut bahwa informasi soal tuduhan serangan ke kediaman Putin di Valdai disengaja oleh Rusia. Tudingan itu disebut untuk mengganggu kesuksesan negosiasi damai mengakhiri perang di Ukraina.

Intelijen Ukraina menerima informasi bahwa Rusia akan menggunakan tuduhan serangan di Valdai untuk memperkuat posisinya dalam negosiasi. Selain itu, berfungsi mengintensifkan serangan ke Ukraina saat Tahun Baru dan mendiskreditkan pemerintah Ukraina.

Pernyataan CIA tentang Serangan di Kediaman Putin

Central Intelligence Agency (CIA) memastikan bahwa tuduhan soal serangan Ukraina di kediaman Putin tidak benar. Pernyataan ini disampaikan setelah mengadakan pengujian soal klaim dari Rusia.

Menurut John Ratcliffe, anggota CIA, Ukraina memang melancarkan serangan di area tersebut. Namun, Ukraina menargetkan serangan ke fasilitas militer di sekitar Danau Valdai yang berada di area yang sama dengan kediaman Putin.

Di sisi lain, Rusia menyebut bahwa memiliki bukti bahwa drone Ukraina memang sengaja menargetkan kediaman Putin. Moskow mengatakan sudah mendapatkan dokumen dari drone yang jatuh di sekitar kediaman Putin.

Tuduhan Rusia terhadap Serangan Kafe di Laut Hitam

Pada saat yang sama, Gubernur Kherson di bawah Rusia, Vladimir Saldo menuduh Ukraina telah melancarkan serangan drone ke kafe di Laut Hitam saat perayaan Tahun Baru. Serangan drone tersebut disebut telah menewaskan 24 orang.

“Terdapat tiga drone Ukraina yang jatuh di area tersebut. Ini membuktikan bahwa Kiev sengaja menargetkan warga sipil dan salah seorang yang tewas dalam serangan ini adalah seorang anak di bawah umur,” ujarnya.

Hingga kini, pemerintah Ukraina masih belum memberikan komentar apapun terkait serangan tersebut. Sejumlah media Rusia sudah memublikasikan foto usai serangan drone tersebut.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan