Ukraina Siap Tarik Pasukan dari Donbas dengan Syarat Ini

Zelenskyy Siap Tarik Pasukan dari Donbas dengan Syarat Khusus

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengungkapkan keinginannya untuk menarik pasukannya dari wilayah Donbas. Namun, penarikan tersebut hanya akan dilakukan jika wilayah tersebut dijadikan sebagai zona demiliterisasi dan zona ekonomi bebas yang tidak dikuasai oleh Ukraina maupun Rusia.

“Ukraina menentang penarikan tentara yang menjadi salah satu keinginan terbesar Rusia. Namun, terdapat dua opsi yakni melanjutkan perang atau menentukan terkait pembentukan zona ekonomi potensial,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Pembentukan Zona Demiliterisasi Melalui Referendum

Zelenskyy menyebutkan bahwa Enerhodar, yang saat ini diduduki oleh Rusia, akan menjadi kandidat zona demiliterisasi. Ia menegaskan bahwa pembentukan zona demiliterisasi ini harus dilakukan secara resmi melalui referendum. Selain itu, ia juga mendorong Ukraina dan Rusia untuk memperkenalkan kurikulum pendidikan yang mempromosikan toleransi terhadap perbedaan budaya.

Kiev berencana menerapkan regulasi Uni Eropa (UE) untuk melindungi kelompok minoritas agama dan bahasa. Meskipun beberapa aturan ini tampaknya bertentangan dengan upaya De-Rusifikasi untuk mendorong nasionalisme dan identitas kenegaraan, Zelenskyy menekankan bahwa aturan ini penting sebagai bagian dari upaya bergabung dengan UE dan menantang Rusia untuk ikut menerapkannya.

Perdamaian Semakin Dekat

Pada hari yang sama, Zelenskyy telah berbicara dengan Perwakilan Khusus AS, Steve Witkoff, dan menantu Presiden AS, Jared Kushner. Mereka membahas langkah-langkah untuk mengakhiri perang dan mewujudkan perdamaian yang semakin dekat.

“Ini adalah perbincangan yang sangat baik dan banyak detail, ide bagus yang didiskusikan bersama. Terdapat beberapa ide baru yang akan membuat perdamaian semakin dekat mengenai format, pertemuan, dan jadwal,” paparnya.

Pekan ini, Zelenskyy telah mengumumkan 20 poin penting dalam rencana perjanjian perdamaian. Menurutnya, poin-poin tersebut adalah kerangka utama dalam mengakhiri perang di Ukraina.

Kekecewaan atas Serangan Rusia Saat Malam Natal

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, mengkritik tindakan Rusia yang terus melakukan serangan di kota-kota Ukraina pada malam Natal. Ia meminta dunia untuk membantu meningkatkan kapabilitas pertahanan udara Ukraina.

Rusia tidak menghentikan tindakan brutalnya dalam menyerang warga sipil Ukraina pada malam Natal. Akibat serangan di Odessa, satu orang tewas dan dua lainnya terluka. Di Kharkiv dan Chernihiv, dua orang tewas akibat serangan yang sama.

Odessa telah menetapkan keadaan darurat imbas putusnya aliran listrik massal akibat serangan Rusia. Dalam beberapa pekan terakhir, Rusia sudah melancarkan serangan di Odessa yang diduga untuk memutus akses Ukraina ke Laut Hitam.

Berita Terkini

  • Rusia Disebut Berencana Putus Akses Ukraina ke Laut Lepas
  • Dana Rusia Tertahan, Ukraina Dapat Pinjaman Tanpa Bunga
  • Eropa Siap Pimpin Pasukan Multinasional untuk Lindungi Ukraina

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan