Undip dan IKA Medica Kirim Tim Medis ke Aceh Tangani Korban Bencana

Undip dan IKA Medica Kirim Tim Medis ke Aceh Tangani Korban Bencana

Komitmen Universitas Diponegoro dalam Bantuan Bencana di Aceh dan Wilayah Sumatera

Universitas Diponegoro (Undip) Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dalam upaya ini, Undip mengirimkan Tim Relawan Kedua Diponegoro Disaster Assistance Response Team (D-DART) yang berada di bawah koordinasi Pusat Penanggulangan Bencana LPPM Undip.

Pelepasan tim dilakukan pada Rabu (10/12/2025) di Hall Gedung Widya Puraya, Rektorat Undip Tembalang, dan dipimpin oleh Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik, Wijayanto. Keberangkatan tim kali ini mendapat dukungan dari Ikatan Alumni Kedokteran Undip (IKA Medica), yang bergabung dengan relawan Fakultas Kedokteran Undip.

Keterlibatan alumni lintas angkatan tersebut memperkuat layanan medis yang diberikan, mulai dari tindakan bedah emergensi terbatas, medis umum, hingga pendampingan psikososial dan penyaluran logistik di wilayah terdampak. Wakil Rektor IV Undip, Wijayanto, menyampaikan apresiasi kepada para relawan yang dilepas untuk menjalankan misi kemanusiaan di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Ia menegaskan bahwa seluruh unsur yang terlibat telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.

“Hari ini kita berduka, dan saudara-saudara kita tidak boleh dibiarkan sendiri. Keberangkatan 14 relawan ini membuktikan bahwa Undip hadir dan peduli, memastikan mereka tidak merasakan kesendirian,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa misi ini merupakan wujud konsisten Undip dalam menebarkan manfaat bagi bangsa.

Kolaborasi Alumni dan Tenaga Profesional

Senada dengan itu, Ketua Pelaksana dr. Nugroho Aris Kusuma menjelaskan bahwa misi ini merupakan bagian dari kepedulian alumni FK Undip lintas angkatan terhadap masyarakat terdampak bencana. Ia menyebutkan bahwa rombongan pertama yang dipimpin Brigjen Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti telah lebih dulu turun memberikan bantuan obat-obatan dan makanan. Dari laporan lapangan diketahui bahwa kebutuhan utama saat ini adalah layanan medis. Karena itu, rombongan kedua difokuskan pada pengiriman dokter bedah, obat-obatan, dan logistik pendukung.

“Pagi ini kami memberangkatkan tiga dokter bedah untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Tim akan berkoordinasi di RSUD Langsa sebelum bergerak ke Aceh Tamiang dan bertugas selama tujuh hari untuk memberikan layanan medis sekaligus melakukan self asesmen kebutuhan lanjutan,” jelasnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur alumni serta dukungan dari pimpinan UNDIP dan Dekan FK. “Mohon doa agar seluruh proses berjalan dengan baik dan tim dapat kembali ke Semarang dengan selamat,” ucapnya.

Struktur Tim dan Layanan yang Diberikan

Adapun Tim D-DART Undip yang diberangkatkan berjumlah 14 relawan, terdiri atas tenaga profesional berbagai bidang, meliputi satu spesialis bedah, dua dokter umum, dua perawat, tiga tenaga pendamping psikososial, serta enam personel logistik dan komunikasi. Mereka akan memberikan layanan medis darurat, pemulihan psikososial, dan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak.

Sementara itu, Tim IKA Medica yang diperkuat tiga dokter bedah yaitu dr. Whilly, dr. Luqman Alwi, dan dr. Benny Rizkillah, akan bertugas memberikan layanan medis dasar, tindakan bedah minor, distribusi bantuan logistik mendesak, serta memperkuat jejaring respon kebencanaan bersama fasilitas kesehatan setempat. Mereka bertugas di RSUD Langsa, Aceh, yang berjarak sekitar 30–40 menit dari pusat terdampak, Tamiang, Aceh.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan