Tragedi Pembunuhan yang Menggemparkan Warga Medan
Kasus pembunuhan seorang ibu oleh anak kandungnya sendiri telah menggegerkan warga Medan, Sumatra Utara. Faizah Soraya (42) tewas dibunuh oleh putrinya, SAS (12), yang masih duduk di bangku kelas 6 SD. Kejadian ini terjadi pada Rabu (10/12/2025) di rumah mereka yang berada di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal.
Sebelum kejadian tragis tersebut, akun media sosial Faizah Soraya menjadi sorotan publik. Meski hanya membagikan tiga konten video, unggahan terakhirnya yang berisi momen kebersamaan dengan putrinya, SAS, mendadak viral dan ramai dikomentari netizen. Video tersebut diunggah lima tahun lalu, yakni pada tahun 2020, dan menunjukkan hubungan hangat antara ibu dan anak.
Dalam video tersebut, Faizah terlihat sedang membuat konten make-up bersama SAS, sementara di unggahan lainnya, ia membagikan potret keharmonisan keluarganya. Tampak Faizah berdiri tepat di belakang SAS, mencerminkan ikatan kasih yang kuat. Namun, tak ada yang menyangka bahwa keharmonisan itu akan berakhir dalam tragedi mengerikan.

Pelaku yang Tidak Terduga
SAS, yang masih berusia 12 tahun, diduga menggunakan pisau untuk menyerang ibunya. Polisi menemukan beberapa luka tusukan di tubuh Faizah, sehingga dugaan tersebut semakin menguat. Setelah kejadian, SAS berhasil diamankan oleh aparat kepolisian dan kini sedang dalam proses pemeriksaan.
Menurut AKBP Bayu Putro Wijayanto, Kasatreskrim Polrestabes Medan, pelaku sudah dibawa ke kantor polisi dan masih dalam pendalaman kasus. Pelaku sudah dibawa ke Polrestabes Medan, hingga kini masih proses pendalaman dan pemeriksaan dengan pendampingan, ujar dia.
Sosok SAS yang Disoroti
Tetangga sekitar rumah korban mengungkapkan bahwa SAS adalah anak yang baik dan pendiam. Mereka mengenal SAS sebagai siswi yang ramah dan sering meraih prestasi di sekolah. Ia (SAS) adalah anak yang paling ramah, baik saat bertemu dengan orang. Tak hanya itu, ia juga berprestasi dalam mengikuti lomba di sekolahnya, kata salah satu warga.
Namun, ketika informasi tentang kejadian pembunuhan tersebut menyebar, warga merasa kaget. Mereka tidak pernah menyangka bahwa SAS, yang selama ini tampak baik, bisa melakukan tindakan yang sangat ekstrem.
Selain itu, warga juga menyebut bahwa Faizah jarang bergaul dengan tetangga dan tidak sering keluar rumah. Meskipun demikian, saat bertemu dengan warga, keluarga korban selalu ramah dan menyapa. Hal ini membuat warga tidak mengetahui adanya konflik atau masalah di dalam keluarga tersebut.
Motif yang Masih Dicari
Meski motif pembunuhan belum sepenuhnya terungkap, warga menduga bahwa SAS membunuh ibunya karena sakit hati. Mungkin karena emaknya itu cerewet jadi mungkin sakit hati. Padahal sudah mau tamat sekolah pelaku ini, ujar salah satu tetangga.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat tentang pentingnya memperhatikan kondisi mental dan emosional anggota keluarga, terutama anak-anak. Kasus ini juga mengundang pertanyaan tentang bagaimana keluarga dapat memberikan dukungan psikologis yang cukup agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar