
aiotrade, JAKARTA — Uni Eropa (UE) telah mencapai kesepakatan untuk mempercepat penghentian impor gas Rusia yang sebelumnya direncanakan selesai pada tahun 2026. Rencana ini lebih cepat dari rencana awal dan dianggap sebagai langkah penting dalam mengurangi ketergantungan kawasan terhadap pemasok energi yang sebelumnya menjadi mitra utama.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, UE sepakat melarang impor gas alam cair (LNG) dari Rusia secara bertahap hingga sepenuhnya dihentikan pada akhir 2026, satu tahun lebih cepat dari usulan awal Komisi Eropa. Kebijakan ini juga sejalan dengan sanksi terbaru UE terhadap Rusia yang telah menyetujui pelarangan pengiriman LNG via jalur laut.
Untuk gas pipa yang masih terikat kontrak jangka panjang, impor wajib dihentikan paling lambat pada 30 September 2027, dengan peluang perpanjangan hingga 1 November 2027 bergantung pada capaian target cadangan gas yang ditetapkan Uni Eropa. Batas waktu ini juga lebih cepat dibandingkan rencana awal yang menargetkan penghentian kontrak hingga akhir 2027.
“Untuk pertama kalinya dan selamanya, kita mematikan keran gas Rusia. Eropa memilih keamanan dan kemandirian energi. Kami tidak akan kembali pada pasokan yang tidak stabil dan manipulasi pasar,” ujar Komisaris Energi UE Dan Jorgensen melalui akun media sosial X.
Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif RePowerEU yang telah diusulkan sejak Juni lalu guna memperkuat keamanan energi pasca-invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, serta menyusul pembatasan aliran gas yang diberlakukan Moskow ke negara-negara Eropa.
Meski UE telah memangkas pembelian gas dari Rusia hingga setengah sejak perang dimulai, pasokan asal negara tersebut masih menyumbang sekitar 20% dari total impor gas Eropa. Sekitar 15% kebutuhan LNG UE saat ini masih dipasok Rusia, menjadikannya pemasok terbesar kedua setelah Amerika Serikat, dengan nilai impor bulanan berkisar €500 juta hingga €700 juta.
“Ini kemenangan besar bagi kami dan bagi seluruh Eropa,” kata Menteri Energi Denmark Lars Aagaard, yang mewakili negara anggota dalam perundingan serta memegang presidensi bergilir UE. Dia menambahkan, ketergantungan Eropa pada gas Rusia harus diakhiri, dan pelarangan permanen merupakan langkah besar ke arah yang benar.
Upaya percepatan pemutusan hubungan energi dengan Rusia juga dilakukan di tengah kondisi suplai gas global yang relatif longgar. Pasar gas dunia diperkirakan memasuki fase surplus pada paruh kedua 2026, sehingga risiko keketatan pasokan dan lonjakan harga akibat penghentian gas Rusia dinilai terbatas. Situasi ini ikut memperkuat dukungan politik di kawasan untuk melakukan pemutusan secara menyeluruh dan permanen.
Selain itu, Eropa juga menghadapi dorongan dari Amerika Serikat untuk mempercepat pemutusan hubungan energi dengan Moskow sekaligus meningkatkan pembelian LNG dari AS. Dalam kesepakatan dagang UE–AS yang dicapai awal tahun ini, Eropa berkomitmen membeli energi dari AS senilai US$750 miliar hingga 2028.
Berdasarkan skema RePowerEU, fase awal penghentian impor dimulai dengan larangan pembelian baru gas Rusia mulai awal 2026, dengan pengecualian bagi kontrak-kontrak yang telah berjalan. Untuk LNG, kontrak jangka pendek yang ditandatangani sebelum 17 Juni 2025 akan dilarang mulai 25 April 2026, bertepatan dengan pemberlakuan sanksi UE terhadap pengiriman LNG via jalur laut. Sementara itu, gas pipa dari Rusia berdasarkan kontrak jangka pendek akan dilarang mulai 17 Juni 2026.
Untuk mencegah penghindaran kebijakan, UE menerapkan mekanisme izin awal (prior authorization) terhadap impor gas. Seluruh permohonan impor gas Rusia selama masa transisi wajib diajukan minimal satu bulan sebelum masuk wilayah UE. Adapun impor gas non-Rusia diwajibkan mengajukan izin minimal lima hari sebelum masuk, atau tujuh hari khusus untuk pengiriman melalui titik interkoneksi Strandzha 1.
Pengecualian aturan ini berlaku bagi negara produsen gas utama yang mengekspor lebih dari 5 miliar meter kubik ke UE pada 2024 serta memiliki pembatasan impor gas Rusia atau tidak memiliki infrastruktur impor dari Rusia.
Selain gas, kesepakatan ini juga mengamanatkan negara anggota UE menyiapkan rencana diversifikasi pasokan minyak guna menghentikan impor minyak mentah dari Rusia. Komisi Eropa berencana mengajukan regulasi resmi untuk penghapusan total impor minyak Rusia paling lambat akhir 2027.
Kesepakatan yang dicapai melalui mekanisme trilogue tersebut masih memerlukan persetujuan formal negara anggota dan Parlemen Eropa serta pengundangan dalam buletin resmi UE agar dapat berlaku sebagai hukum.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar