[UNIK GLOBAL] Dukun Curiga iPhone Pasien, Ternyata Polisi Datang ke Rumah

Berita Unik Global Pekan Ini

Beberapa berita menarik dan tidak biasa muncul dalam beberapa hari terakhir. Mulai dari modus dukun yang curi iPhone pasien hingga kisah seorang pria yang menghabiskan uang salah transfer untuk staycation. Berikut rangkuman berita unik Global dari Senin (29/12/2025) hingga Minggu (4/1/2026).

1. Modus Dukun Curangi Pasien dengan Mencuri iPhone

Seorang dukun peramal nasib di jalanan Kota Pattaya, Thailand, ditangkap oleh polisi setelah melakukan tindakan tidak terpuji. Menurut laporan media Thailand DailyNews Online pada Kamis (1/1/2026), pria berusia 38 tahun ini awalnya menawarkan jasa ramalan kepada seorang wanita yang sedang melintas di trotoar dekat kuil.

Ia mengaku ingin membantu menyambut Tahun Baru dengan memberikan panduan spiritual. Wanita tersebut setuju untuk diramal, dan selama sesi berlangsung, si dukun menyampaikan bahwa dirinya melihat tanda-tanda nasib buruk yang akan membuat pasien kehilangan barang berharganya.

Namun, ternyata hal tersebut hanya modus untuk mencuri iPhone milik korban. Tidak ada informasi lebih lanjut tentang bagaimana kejadian ini terungkap, tetapi polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku.

2. Polisi Datangi Rumah Warga, Tapi Dianggap Pencuri

Sebuah unggahan di media sosial memicu kehebohan setelah seorang perempuan di Malaysia mengaku didatangi dua pria yang mengaku sebagai polisi. Kedua pria ini disebut datang ke rumah untuk menyampaikan informasi soal sepeda motor milik suaminya yang diklaim disita oleh polisi.

Perempuan tersebut merasa curiga dan menilai dua pria itu sebagai penipu yang menyamar sebagai aparat. Namun, kepolisian Malaysia kemudian memastikan bahwa dugaan tersebut tidak benar. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa kedua pria tersebut adalah penipu atau memiliki niat jahat.

3. Pria Habiskan Uang Salah Transfer untuk Staycation

Seorang pria di Singapura bernama Mohamed Basheer Hanif Mohamed (27) dipenjara selama 12 minggu usai menolak mengembalikan uang salah transfer yang diterimanya. Diketahui, pria ini sebelumnya menerima uang salah transfer sebesar 9.000 dollar Singapura atau sekitar Rp 117 juta dari Nanyang Technology University (NTU).

Menurut Channel News Asia, Jumat, alih-alih mengembalikannya, Basheer justru menghabiskan uang itu untuk menginap di hotel dan membeli kebutuhan sehari-hari. Ia mengaku bersalah atas dakwaan penggelapan dana secara tidak jujur kepada hakim.

Kesimpulan

Berita-berita ini menunjukkan betapa beragamnya kejadian yang bisa terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari tindakan penipuan yang dilakukan oleh dukun hingga kesalahan teknis yang menghasilkan uang yang tidak seharusnya. Semua kasus ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mudah percaya pada orang asing.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan